Cyber Resilience: Prioritas Penting bagi Industri Manufaktur

Di era industri yang serba terhubung seperti sekarang, ketahanan terhadap serangan siber (cyber resilience) bukan lagi hanya urusan tim IT. Ini sudah menjadi kebutuhan penting bagi bisnis. Bagi perusahaan manufaktur, dampaknya sangat besar. Kelangsungan produksi, stabilitas rantai pasok, reputasi perusahaan, hingga kepatuhan terhadap regulasi sangat bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menghadapi dan memulihkan diri dari serangan siber.

Hal ini terbukti pada September 2025, ketika salah satu produsen otomotif besar mengalami serangan siber yang melumpuhkan operasionalnya, termasuk jalur produksi, selama hampir satu bulan. Kerugian finansialnya mencapai puluhan juta dolar per hari. Kejadian ini menunjukkan bahwa keamanan siber sangat berkaitan erat dengan kelangsungan bisnis di industri manufaktur modern. NetApp hadir untuk membantu mengamankan data penting agar operasional manufaktur tetap berjalan dan tangguh menghadapi ancaman.


Ancaman Siber Semakin Meningkat

Saat ini, sektor manufaktur menjadi target utama serangan ransomware di dunia. Pada tahun 2024, sektor ini menyumbang sekitar 22% dari seluruh insiden ransomware secara global. Alasannya jelas: perusahaan manufaktur semakin banyak menggunakan teknologi digital, menggabungkan sistem IT (teknologi informasi) dan OT (operational technology), serta memperluas penggunaan sistem berbasis digital. Namun, sering kali peningkatan teknologi ini tidak diimbangi dengan sistem keamanan yang memadai.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 80% perusahaan manufaktur memiliki celah keamanan yang serius. Contohnya adalah manajemen pembaruan sistem (patch) yang buruk, kredensial atau password yang terekspos, dan sistem enkripsi yang tidak berfungsi dengan baik. Celah-celah ini memudahkan peretas untuk masuk ke sistem, mengganggu proses produksi, dan meminta tebusan yang nilainya bisa mencapai jutaan dolar.


Dampak Nyata: Produksi Terhenti dan Kerugian Besar

Dampak serangan siber di industri manufaktur bisa sangat parah. Pada tahun 2024, rata-rata setiap perusahaan manufaktur mengalami 1.585 serangan siber per minggu. Dari jumlah tersebut, 22% merupakan serangan ransomware.

Waktu henti produksi (downtime) akibat serangan ini bisa berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa minggu. Beberapa perusahaan bahkan kehilangan jutaan dolar karena produksi berhenti dan pengiriman barang tertunda.

Selain kerugian finansial, ada juga dampak terhadap reputasi. Pelanggan, mitra bisnis, dan regulator mengharapkan perusahaan manufaktur untuk menjaga keamanan data dan memastikan operasional tetap berjalan lancar. Jika gagal, kepercayaan bisa hilang dan hubungan bisnis jangka panjang bisa terancam.


Kepatuhan terhadap Standar Keamanan Itu Wajib

Seiring meningkatnya ancaman siber, tuntutan regulasi dan standar dari OEM (Original Equipment Manufacturer) juga semakin ketat. Perusahaan manufaktur kini wajib memenuhi berbagai standar keamanan, seperti:

  • Industri otomotif: Sertifikasi TISAX untuk memastikan penanganan data sensitif yang aman di seluruh rantai pasok.

  • Manufaktur umum: Standar ISA/IEC 62443, ISO/IEC 27001, dan NIST Cybersecurity Framework (CSF) yang memberikan panduan lengkap untuk mengamankan sistem kontrol industri dan sistem IT perusahaan.

Standar ini bukan sekadar formalitas atau dokumen semata. Kepatuhan terhadap standar tersebut penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan dan tetap memenuhi syarat sebagai mitra resmi OEM.


Tiga Langkah Membangun Ketahanan Siber

Untuk melindungi bisnis manufaktur Anda, dibutuhkan strategi yang jelas serta mitra yang terpercaya. NetApp menawarkan tiga langkah utama untuk membangun ketahanan siber:

1. Evaluasi Kerentanan Sistem

Langkah pertama adalah mengidentifikasi risiko pada data, sistem produksi, dan mitra rantai pasok. NetApp menyediakan layanan penilaian kerentanan gratis untuk membantu menemukan celah tersembunyi dan menentukan prioritas perbaikan.

2. Amankan Infrastruktur Penyimpanan Data

Lapisan terakhir pertahanan adalah infrastruktur data. NetApp membantu perusahaan manufaktur agar sesuai dengan standar seperti TISAX, ISA/IEC 62443, ISO/IEC 27001, dan NIST CSF. Dengan demikian, data sensitif terlindungi dan ekspektasi keamanan dari OEM dapat terpenuhi.

3. Siapkan Pemulihan Cepat

Jika serangan terjadi, kemampuan untuk memulihkan data dengan cepat sangat penting. NetApp menawarkan Ransomware Recovery Guarantee, yaitu jaminan bahwa data dapat dipulihkan. Jika tidak, perusahaan akan mendapatkan kompensasi. Jaminan ini membantu meminimalkan downtime dan kerugian finansial.


Contoh Nyata: Thor Motor Coach

Pada Juli 2024, terjadi gangguan IT global yang melumpuhkan banyak organisasi di seluruh dunia. Namun, Thor Motor Coach tetap bisa beroperasi. Berkat infrastruktur NetApp yang tangguh, seluruh sistem perusahaan berhasil dipulihkan sebelum karyawan masuk kerja. Selain itu, perusahaan juga berhasil mengurangi biaya infrastruktur hingga 30% per tahun dan mengurangi potensi downtime dari hitungan hari menjadi hanya beberapa menit.


Bagaimana NetApp Mendukung Industri Manufaktur

Solusi ketahanan siber NetApp dirancang khusus untuk lingkungan industri, dengan fitur seperti:

  • Infrastruktur bersertifikasi yang memenuhi standar industri dan OEM.

  • Perlindungan proaktif untuk mendeteksi dan menghentikan ransomware sebelum mengganggu operasional.

  • Pemulihan cepat untuk mengurangi downtime dan dampak finansial.

  • Tata kelola data yang membantu kepatuhan dan menjaga kelangsungan bisnis.

Baik Anda mengelola data dari sensor IoT, sistem eksekusi manufaktur (MES), maupun sistem ERP perusahaan, NetApp menyediakan solusi untuk melindungi data Anda di berbagai lingkungan, mulai dari edge, data center, hingga cloud.


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!