Dari Hype ke Realita: Panduan Praktis Menggunakan AI di Perusahaan

Teknologi Generative AI (GenAI) saat ini sedang sangat populer dan digadang-gadang bisa mengubah berbagai industri. Namun, kenyataannya tidak semua perusahaan berhasil menggunakannya.

Bahkan, sekitar 95% proyek AI gagal diluncurkan dengan sukses. Kenapa bisa begitu?

Masalah utamanya adalah banyak perusahaan bingung bagaimana mengubah potensi AI menjadi hasil nyata yang berdampak pada bisnis.


Belajar dari Pengalaman Praktis

Dalam podcast The STEMINISTS Podcast, dua host yaitu Phoebe Goh dan Mekka Williams berbincang dengan Anju Mohan, seorang pemimpin di NetApp yang fokus pada data dan AI.

Dalam dua episode tersebut, Anju membagikan panduan praktis (playbook) tentang bagaimana perusahaan bisa menggunakan AI secara efektif, aman, dan scalable.


Jangan Ikuti Tren, Fokus pada Masalah Nyata

Kesalahan paling umum yang dilakukan perusahaan adalah:

  • Terlalu fokus pada teknologi AI terbaru

  • Menggunakan tools canggih tanpa tujuan jelas

Menurut Anju, cara yang benar adalah:
👉 Mulai dari masalah bisnis, bukan dari teknologi

Contohnya:

  • Jangan langsung pakai AI karena sedang tren

  • Tapi tanyakan: “Masalah apa yang ingin kita selesaikan?”

Jika masalahnya jelas, baru cari solusi AI yang tepat.


Build vs Buy? Tidak Harus Pilih Salah Satu

Banyak perusahaan bingung:

  • Harus membangun AI sendiri (build)?

  • Atau membeli solusi jadi (buy)?

Menurut Anju, jawabannya tidak harus salah satu.

Pendekatan terbaik adalah:

  • Menggabungkan keduanya

  • Menggunakan open-source jika perlu

  • Menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis

Fokus utama tetap pada hasil, bukan cara.


AI Agent Itu Nyata dan Berguna

Istilah “agentic AI” sering terdengar rumit, tapi sebenarnya sederhana.

Artinya:

  • AI yang bisa menjalankan tugas otomatis

  • Misalnya proses kerja yang panjang dan kompleks

Dengan pengawasan manusia yang baik, AI ini bisa:

  • Meningkatkan efisiensi

  • Menghemat waktu

  • Mengurangi pekerjaan manual


Ukuran Sukses AI Itu Apa?

Banyak orang mengira AI sukses jika:

  • Modelnya canggih

  • Teknologinya terbaru

Padahal, ukuran sebenarnya adalah:

  1. Apakah pengguna benar-benar memakainya?

  2. Apakah produktivitas meningkat?

  3. Apakah bisnis mendapat manfaat?

Kalau tidak ada dampak nyata, berarti AI belum berhasil.


Cara Mewujudkan AI yang Benar-Benar Berguna

Di episode berikutnya, Anju menjelaskan bagaimana timnya membangun platform AI internal bernama Net AI Chat.

Hasilnya:

  • Digunakan oleh hampir 10.000 karyawan

  • Sudah memproses lebih dari 1 juta percakapan

Menariknya, semua ini dilakukan:

  • Dengan tim kecil

  • Tanpa anggaran besar


Tim Kecil Bisa Berdampak Besar

Banyak orang berpikir proyek AI harus:

  • Tim besar

  • Ahli khusus

  • Biaya mahal

Namun kenyataannya:

  • Tim kecil yang fokus bisa lebih cepat

  • Belajar sambil jalan (upskilling) sangat memungkinkan

Yang penting:

  • Punya tujuan jelas

  • Mau terus belajar


Data Adalah Kunci Utama

Dalam AI, ada prinsip penting:

👉 “Garbage in, garbage out”
Jika data jelek, hasil AI juga akan jelek.

Karena itu:

  • Kualitas data harus dijaga

  • Harus ada sistem pengelolaan data (governance)

  • Perlu pengawasan manusia (human-in-the-loop)

Pendekatan ini membantu:

  • Meningkatkan kepercayaan pada AI

  • Memastikan hasil tetap akurat


Solusi AI Harus Disesuaikan

Tim Anju tidak membuat satu AI untuk semua kebutuhan.

Mereka membuat:

  • Bot untuk HR

  • Bot untuk finance

  • Bot untuk legal

Setiap bot:

  • Disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing

  • Terhubung dengan data dan workflow yang relevan

Hasilnya:

  • Lebih mudah digunakan

  • Lebih bermanfaat


Mulai Kecil, Kembangkan Bertahap

Strategi terbaik dalam AI adalah:

  1. Mulai dari versi sederhana (MVP)

  2. Uji dan lihat hasilnya

  3. Kembangkan berdasarkan feedback

Pendekatan ini membuat:

  • Risiko lebih kecil

  • Hasil lebih cepat terlihat

  • Lebih mudah berkembang


Playbook AI yang Bisa Langsung Dipakai

Dari pengalaman ini, ada 4 langkah penting yang bisa diikuti:

1. Problem-First

Mulai dari masalah nyata, bukan teknologi.

2. Human-in-the-Loop

Selalu libatkan manusia untuk kontrol dan evaluasi.

3. Governance sejak Awal

Pastikan data aman, berkualitas, dan terkelola dengan baik.

4. Iterasi Bertahap

Mulai kecil, lalu kembangkan secara bertahap.


Kesimpulan

Banyak perusahaan gagal dalam AI karena terlalu fokus pada tren, bukan kebutuhan.

Padahal, kunci suksesnya adalah:

  • Fokus pada masalah nyata

  • Gunakan AI sebagai alat, bukan tujuan

  • Bangun secara bertahap dan terukur

Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan bisa menjadi bagian dari 5% yang berhasil, dan benar-benar memanfaatkan AI untuk inovasi dan pertumbuhan bisnis.


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!