Direct Flash Itu Menyesatkan

Dengan portofolio lengkap mulai dari performance flash, capacity flash, hingga hybrid flash array, NetApp kini menjadi penyedia storage enterprise flash terbesar kedua di dunia. Kami juga sedang berinovasi paling cepat sepanjang sejarah 33 tahun perusahaan. Semua sistem flash NetApp dirancang dengan prinsip yang konsisten: menggunakan sistem operasi penyimpanan NetApp® ONTAP® dan teknologi SSD terbaik. Hasilnya, pelanggan kami mendapatkan infrastruktur yang mudah dikelola, berkinerja tinggi, aman, tahan serangan ransomware, serta memiliki proses pemulihan terintegrasi—baik di edge, data center, maupun cloud.

NetApp telah mengirimkan sistem flash selama lebih dari satu dekade dan menjalin kemitraan erat dengan produsen SSD global terkemuka untuk menghadirkan teknologi terbaru dalam solusi storage enterprise kami. Fokus kami adalah investasi yang mendukung tujuan bisnis pelanggan, bukan sekadar mengejar sensasi dengan mengumumkan kapasitas drive terbesar.

Pure Storage dan Klaim Direct Flash

Baru-baru ini, Pure Storage gencar mengklaim bahwa pendekatan direct flash mereka lebih unggul dari SSD. Mereka mengatakan sistem mereka lebih hemat daya, lebih padat, lebih andal, bahkan lebih cepat. Di sini kami ingin meluruskan fakta.


Fakta Sebenarnya tentang Direct Flash

❌ Direct Flash Konsumsi Daya Lebih Besar

NetApp memiliki akses langsung ke data konsumsi daya dari semua vendor komponen flash utama. Tidak ada bukti bahwa direct flash lebih hemat daya dibanding SSD.

Pure suka membandingkan DFM (Direct Flash Module) mereka dengan SSD saja. Padahal pelanggan membeli seluruh sistem, bukan hanya satu komponen. Jika kita bandingkan konsumsi daya sistem storage secara keseluruhan, sistem Pure justru mengonsumsi lebih banyak listrik dibanding NetApp, yang artinya juga menghasilkan lebih banyak emisi karbon dan biaya operasional yang lebih tinggi.

Mengapa bisa begitu?

Karena Pure menyerahkan semua tugas manajemen flash ke CPU sistem mereka, seperti garbage collection dan flash translation layer (FTL). Sementara NetApp menggunakan SSD pintar yang sudah punya memori dan prosesor sendiri untuk mengurus semua itu. Hasilnya, beban kerja CPU utama lebih ringan dan performa lebih stabil.


❌ Direct Flash Membebani CPU

Karena semua tugas manajemen flash dikerjakan oleh CPU utama, sistem Pure harus bekerja ekstra keras. Akibatnya, performa aplikasi jadi tidak konsisten, terutama saat sistem sedang dipakai maksimal.

Sebaliknya, SSD NetApp membuat CPU fokus hanya pada memberikan performa tinggi dan layanan data, bukan hal-hal teknis internal SSD. Hasilnya? Performa lebih stabil dan andal.


❌ Direct Flash Menyebabkan Latensi dan Penurunan Performa

Meski beberapa tugas manajemen flash bisa dijadwalkan di latar belakang, pada saat beban kerja tinggi justru semua proses itu akan berpindah ke latar depan. Ini mengganggu I/O aplikasi dan bisa menyebabkan lonjakan latensi. Jadi, jika Anda butuh performa tinggi yang konsisten, SSD adalah pilihan lebih tepat.


❌ Direct Flash Tidak Lebih Padat

Pure memang punya DFM berkapasitas besar, tapi ukuran fisiknya juga lebih besar. Artinya, lebih sedikit DFM yang bisa dimuat dalam satu rack unit.

Contoh:

  • Pure FlashArray//X: 20 DFM di 3RU → ±6,6 DFM per RU
  • NetApp AFF 2RU: 24 SSD → 12 SSD per RU
  • NetApp AFF 4RU: 48 SSD → 12 SSD per RU

NetApp jauh lebih unggul dalam jumlah perangkat per rack, yang artinya lebih banyak kapasitas dalam ruang yang lebih kecil.


❌ Direct Flash Tidak Lebih Andal

Pure mengklaim tingkat kegagalan tahunan (AFR) mereka hanya 0,15%. Tapi, SSD NVMe yang dikirimkan NetApp juga punya tingkat kegagalan serupa atau lebih rendah. SSD dari vendor tier-1 telah melalui uji ketat oleh banyak vendor dan hyperscaler, jadi kualitas dan keandalannya sudah terbukti.


❌ Direct Flash Tidak Punya Enkripsi Mandiri

NetApp ONTAP menawarkan dua lapisan enkripsi data:

  1. Enkripsi di tingkat perangkat (self-encrypting SSD)
  2. Enkripsi perangkat lunak sistem (ONTAP software encryption)

Dengan dua lapisan ini, data Anda lebih aman. Pure tidak menawarkan enkripsi perangkat keras pada DFM mereka.


💡 Tidak Ada Keuntungan Bisnis dari Direct Flash

Pada akhirnya, NetApp melihat bahwa direct flash tidak memberikan keunggulan nyata dalam hal konsumsi daya, kerapatan kapasitas, keandalan, maupun performa. Bahkan, SSD menawarkan lebih banyak manfaat—dari efisiensi energi, kestabilan performa, keandalan perangkat, hingga fitur keamanan data.

Itulah sebabnya mayoritas vendor storage besar dan penyedia cloud publik tetap memilih SSD.


NetApp Fokus pada Solusi, Bukan Komponen

NetApp bukan sekadar penjual komponen; kami adalah penyedia sistem lengkap yang fokus menghadirkan manfaat nyata bagi bisnis pelanggan. Dengan memanfaatkan keunggulan SSD standar industri, kami dapat mengarahkan sumber daya engineering untuk menyederhanakan manajemen data dan memperkaya fitur seperti:

  • Perlindungan data
  • Keamanan
  • Privasi
  • Tata kelola (governance)

Kesimpulan:
Direct flash hanyalah istilah pemasaran. SSD dari NetApp memberikan performa, efisiensi, dan keamanan yang nyata untuk bisnis Anda.


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!