Seperti kata filsuf Marshal McLuhan, “Tidak ada penumpang di kapal luar angkasa bernama Bumi. Kita semua adalah kru.”
Sebagai kru, kita harus menghadapi dampak bencana alam yang terus meningkat. Kita masih menghitung dampak ekonomi dan kemanusiaan dari kebakaran hebat di California Selatan pada Januari 2025. Di belahan dunia lain, kota-kota wisata musim dingin di India Utara baru-baru ini mengalami salju tebal yang sangat awal dan langka, membuat ribuan turis terjebak selama berhari-hari. Terjadinya dua bencana alam ekstrem yang hampir bersamaan ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim itu nyata – dan serius. Sebagian besar ilmuwan sepakat bahwa penyebabnya adalah aktivitas manusia.
Kita Berutang pada Generasi Mendatang
Menurut International Energy Agency, pusat data (data center) menyumbang sekitar 2% hingga 4% dari konsumsi energi di negara-negara besar, dan angka ini bisa naik seiring pertumbuhan layanan digital. Karena energi hijau belum cukup tersedia, konsumsi energi pusat data menghasilkan jutaan ton emisi gas rumah kaca setiap tahun. Operasi pusat data juga menghasilkan panas dan kebisingan, yang butuh sistem pendingin tambahan—yang justru menambah konsumsi energi dan jejak lingkungan.
Anggapan bahwa komputasi awan (cloud computing) secara otomatis ramah lingkungan adalah mitos. Memindahkan pusat data ke cloud bisa terlihat “lebih hijau”, padahal pada dasarnya cloud tetap berupa ribuan pusat data fisik milik penyedia layanan besar. Karena tidak terlihat langsung, dampaknya sering kali terlupakan. Mengabaikan emisi Scope 3 dari cloud sama saja dengan melempar tanggung jawab ke pihak lain.
Namun kembali ke zaman batu bukan solusinya. Dunia modern dibutuhkan untuk menopang kehidupan 8 miliar manusia (dan miliaran lagi yang akan lahir). Jadi, kita perlu menyesuaikan cara hidup modern agar bisa menjaga bumi bagi generasi mendatang. Kita telah memberi dampak besar selama 2–3 abad terakhir, dan tidak bisa memperbaikinya dalam semalam. Maka, upaya keberlanjutan harus terus berkembang, karena targetnya pun selalu bergerak.
FlexPod Membantu Pusat Data Menjadi Lebih Ramah Lingkungan
FlexPod® adalah infrastruktur konvergen hasil kolaborasi Cisco dan NetApp, dirancang untuk mengoptimalkan efisiensi dan skalabilitas pusat data. FlexPod menggabungkan teknologi jaringan dan komputasi dari Cisco dengan solusi penyimpanan dari NetApp dalam satu arsitektur fleksibel yang sudah tervalidasi. Platform ini menyederhanakan penerapan, pengelolaan, dan penskalaan sumber daya TI—meningkatkan performa sekaligus mengurangi biaya operasional dan konsumsi energi.
Berikut beberapa aspek keberlanjutan dari FlexPod. Untuk penjelasan lengkap, ada white paper terbaru tentang manfaat keberlanjutan FlexPod.
Dirancang dengan Prinsip Keberlanjutan
FlexPod menghadirkan keberlanjutan menyeluruh dengan mengintegrasikan teknologi inovatif di komputasi, penyimpanan, dan jaringan:
-
Desain tanpa midplane dari Cisco UCS X-Series menyederhanakan koneksi fisik dan mengurangi kebutuhan infrastruktur tambahan.
-
Mendukung teknologi hemat energi seperti pendingin cair dan CPU efisien energi, mengurangi konsumsi daya dan kebutuhan pendinginan.
-
Sistem penyimpanan NetApp AFF menghadirkan kerapatan tinggi dan efisiensi, menggunakan SSD untuk menghemat energi dan ruang fisik.
-
Fitur seperti deduplikasi, kompresi, dan thin provisioning semakin meningkatkan efisiensi penyimpanan dan mengurangi jejak karbon.
FlexPod juga menggunakan pendekatan jaringan konvergen, menggabungkan lalu lintas jaringan, penyimpanan, dan manajemen dalam satu sistem. Ini mengurangi jumlah switch, port, adaptor, dan kabel, yang berarti konsumsi daya dan penggunaan sumber daya menjadi lebih sedikit.
Konsolidasi beban kerja di perangkat keras berkapasitas tinggi dan hemat energi juga mengurangi jumlah server dan perangkat penyimpanan fisik, menurunkan konsumsi energi, panas, dan kebutuhan ruang.
Fitur untuk Keberlanjutan
Setiap komponen FlexPod punya fitur yang mendukung efisiensi energi:
-
ONTAP® dari NetApp memungkinkan penyesuaian parameter suhu penyimpanan dan tiering otomatis untuk data yang jarang digunakan, sehingga mengoptimalkan penggunaan energi.
-
Cisco Takeback and Reuse Program memungkinkan hampir 100% produk yang dikembalikan didaur ulang atau digunakan kembali.
-
Praktik pengemasan dan pengelolaan siklus hidup produk dari NetApp juga mendukung pengurangan limbah dan peningkatan daur ulang.
Keberlanjutan Finansial
Desain FlexPod yang modular dan fleksibel memungkinkan pembaruan serta integrasi teknologi baru tanpa perubahan besar. Ini memperpanjang umur perangkat keras, mengurangi kebutuhan penggantian, dan menjadikan pusat data lebih ramah lingkungan secara hemat biaya.
Keberlanjutan yang Bisa Diukur dan Dipantau
FlexPod memanfaatkan alat seperti Cisco Intersight dan NetApp BlueXP™ untuk memantau konsumsi energi, daya, dan metrik lingkungan secara real-time.
-
Dashboard keberlanjutan BlueXP memberikan wawasan cerdas tentang konsumsi daya, optimasi penyimpanan, dan lainnya.
-
Memberikan skor keberlanjutan yang terus berkembang untuk membantu organisasi memantau kemajuan dan mengambil tindakan.
Dengan alat ini, tim TI dapat memantau dan mengelola parameter keberlanjutan secara terus-menerus dan membuat keputusan berbasis data untuk meningkatkan efisiensi pusat data.
Kesimpulan:
FlexPod bukan hanya solusi infrastruktur tangguh dan fleksibel—tapi juga langkah konkret menuju pusat data yang lebih berkelanjutan. Dengan memadukan efisiensi energi, fitur pemantauan pintar, dan desain modular, FlexPod membantu perusahaan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sambil menjaga kinerja dan efisiensi bisnis.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
