Tim penyimpanan data (storage) di perusahaan sekarang semakin dituntut untuk memberikan transparansi dalam biaya penggunaan storage. Perusahaan ingin tahu dengan jelas siapa yang memakai storage, berapa banyak, dan berapa biayanya. Namun menyediakan informasi biaya yang detail dan akurat bukan hal yang mudah. Tantangan ini semakin besar karena makin banyak perusahaan yang berpindah ke model storage as a service (STaaS) dan mulai menerapkan manajemen keuangan IT (ITFM). Akibatnya, perusahaan perlu membagi biaya storage secara tepat kepada departemen atau unit bisnis yang menggunakannya.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, banyak organisasi mulai memakai proses dan aturan yang lebih terstruktur agar data penggunaan storage bisa diukur dengan cara yang benar. Pada saat yang sama, cara menghitung anggaran storage juga berubah. Sekarang, banyak perusahaan yang meninggalkan model capex (pembelian hardware lalu disusutkan bertahun-tahun) dan beralih ke model berbasis konsumsi, yaitu bayar sesuai pemakaian. Perubahan ini membuat tim storage harus lebih jeli melacak penggunaan storage secara detail dan mengubah cara mereka membuat laporan biaya.
Masalahnya, tidak semua tim storage punya alat dan data yang cukup untuk memberikan laporan seperti yang diminta tim keuangan. Di sinilah NetApp Data Infrastructure Insights menjadi penting. Alat ini membantu tim storage memahami penggunaan storage secara real time sehingga biaya bisa dihitung dan dibagi dengan lebih adil.
Tantangan dalam Pembagian Biaya Storage
Lingkungan storage di perusahaan biasanya dipakai oleh banyak departemen dan banyak aplikasi secara bersamaan. Karena itu, sulit untuk mengetahui siapa yang memakai resource tertentu. Kebutuhan storage juga berubah-ubah, misalnya karena beban kerja yang naik turun, musim sibuk, atau lonjakan data yang tidak terduga. Hal ini membuat perencanaan anggaran menjadi sulit, terutama dalam model STaaS atau lingkungan multicloud yang memiliki harga berbeda-beda.
Bagi tim keuangan, perubahan pemakaian seperti ini menjadi masalah besar. Mereka perlu angka yang akurat agar pembagian biaya antar departemen adil dan masuk akal. Ini penting untuk menjaga kepercayaan seluruh organisasi dan memastikan anggaran sesuai dengan kebutuhan.
Di sisi lain, tim yang memakai storage biasanya lebih fokus pada performa dan kecepatan, bukan biaya. Mereka ingin akses data secepat mungkin tanpa memikirkan beban finansial. Perbedaan prioritas inilah yang sering menyebabkan konflik antara tim keuangan dan tim operasional.
Masalah semakin rumit jika perusahaan masih memakai sistem lama. Banyak alat lama hanya memberikan data umum, tidak detail. Karena itu, tim storage harus membuat laporan secara manual, yang memakan waktu dan rawan salah. Akhirnya, perusahaan terpaksa memakai metode pembagian biaya yang sederhana seperti membagi rata atau berdasarkan jumlah karyawan. Metode ini tidak mencerminkan pemakaian sebenarnya dan sering menimbulkan ketidakpuasan.
Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan cara yang lebih akurat untuk membagi biaya storage agar lebih adil dan transparan.
Meningkatkan Akurasi Chargeback & Showback dengan Data Infrastructure Insights
NetApp Data Infrastructure Insights memberikan kemampuan untuk melihat pemakaian storage secara detail dan menghubungkannya dengan departemen pengguna. Dengan begitu, tim storage bisa menyediakan data yang akurat untuk:
-
Showback: menampilkan pemakaian dan biaya untuk tiap departemen, tapi tidak ditagihkan.
-
Chargeback: membebankan biaya langsung kepada departemen sesuai pemakaian.
Dengan Data Infrastructure Insights, tim storage bisa:
-
Memantau pemakaian storage secara real-time untuk mengetahui siapa yang memakai terlalu banyak atau terlalu sedikit.
-
Memberikan laporan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada tim keuangan dan pimpinan.
-
Terintegrasi dengan sistem IT dan keuangan agar proses laporan berjalan otomatis.
-
Memprediksi kebutuhan storage di masa depan berdasarkan pola pemakaian sebelumnya.
Selain itu, alat ini membantu tim storage mengoptimalkan infrastruktur. Misalnya, memastikan resource tidak terbuang, menentukan level layanan yang tepat, dan menempatkan storage sesuai kebutuhan departemen. Dengan data yang akurat, tim storage dan tim keuangan bisa bekerja lebih baik dan membuat keputusan yang lebih cerdas.
Transparansi di Era STaaS
Ketika perusahaan mulai memakai model STaaS seperti NetApp Keystone, transparansi biaya menjadi semakin penting. Model ini memudahkan penyediaan storage, lebih fleksibel, dan mudah berkembang. Namun biaya berbasis pemakaian harus jelas dan mudah dipahami. Data Infrastructure Insights membantu memperlihatkan siapa yang memakai storage dan berapa biayanya sehingga pembagian biaya lebih akurat.
Nilai Tambahan dari Data Infrastruktur yang Andal
Data Infrastructure Insights tidak menggantikan FinOps, tetapi melengkapinya dengan insight khusus storage. Keuntungannya antara lain:
-
Transparansi antar departemen sehingga semua pihak punya tanggung jawab bersama.
-
Menghemat waktu, karena laporan otomatis menggantikan pekerjaan manual.
-
Pengeluaran lebih cerdas, karena keputusan didukung data yang jelas.
Menuju Investasi IT yang Lebih Cerdas
NetApp menyediakan teknologi yang membantu perusahaan mengelola data dengan lebih efisien. Data Infrastructure Insights adalah alat penting untuk menjembatani kebutuhan tim storage dan tim keuangan. Dengan data yang akurat, perusahaan bisa membagi biaya dengan adil, meningkatkan efisiensi, dan membuat keputusan IT yang lebih tepat.
Jika Anda ingin meninggalkan cara manual dan mulai menerapkan pengelolaan biaya yang lebih modern, Data Infrastructure Insights bisa menjadi solusi awal yang ideal.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
