NetApp StorageGRID: Memodernisasi Manajemen Data

Infrastruktur TI modern harus fleksibel, mudah diperluas, dan tangguh, terutama saat mengelola data dalam jumlah yang sangat besar. Di NetApp IT, kami menghadapi tantangan ini dengan serius—mengembangkan penggunaan StorageGRID untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan pelanggan yang terus meningkat.

Mulai dari mendukung unggahan file global hingga mengubah arsitektur data lake untuk Active IQ, StorageGRID kini menjadi fondasi utama strategi infrastruktur data kami.


Dari Sekadar Backup ke Tulang Punggung Strategis

Lebih dari sepuluh tahun lalu, NetApp mulai menggunakan StorageGRID dengan langkah hati-hati. Awalnya, sistem ini hanya digunakan untuk mencadangkan data statis ONTAP menggunakan NetBackup dan AltaVault. Ketika layanan AltaVault dihentikan, kami tetap mempertahankan lingkungan tersebut untuk memenuhi persyaratan retensi data SOX (Sarbanes-Oxley).

Seiring waktu, kemampuan penyimpanan berbasis objek (object storage) milik StorageGRID terbukti sangat andal—tidak hanya untuk cadangan data, tapi juga sebagai penyimpanan utama untuk log Splunk, repositori Git, dan backup mesin virtual (VM) menggunakan Veeam.

Saat ini, arsitektur kami mencakup tiga lingkungan StorageGRID berbeda:

  • Corp StorageGRID (internal): kapasitas 6 petabyte, 67 node

  • DMZ StorageGRID (untuk pelanggan): kapasitas 6 petabyte, 23 node

  • Bare-metal StorageGRID untuk Active IQ: kapasitas 6 petabyte, 24 node

Ketiga lingkungan ini tersebar di beberapa lokasi, dengan perhatian khusus pada keamanan, load balancing (menggunakan Avi atau VM gateway node), serta manajemen siklus hidup perangkat keras.


Unggah File Besar Secara Aman dari Seluruh Dunia

Salah satu tantangan utama bagi tim dukungan pelanggan NetApp adalah memungkinkan pelanggan mengunggah file besar (hingga 2TB) dengan aman untuk membantu analisis masalah ONTAP.

Sebelumnya, sistem unggahan berbasis plugin di browser sering bermasalah—sering gagal, lambat, dan sangat merepotkan, terutama bagi pelanggan di luar Amerika Serikat.

Untuk mengatasinya, kami mendesain ulang sistem unggahan berbasis web menggunakan StorageGRID dan berbagai layanan platform penting:

  • Multi-part upload: memungkinkan jeda dan lanjut unggahan, serta transfer yang lebih cepat.

  • Pre-signed URL: memberikan akses aman berbasis sesi.

  • CloudMirror: menyalin file dari StorageGRID DMZ ke sistem internal tanpa mengorbankan keamanan.

  • SNS (Simple Notification Service): memberi notifikasi otomatis saat file selesai diunggah, lalu sistem langsung memindahkannya ke area rekayasa untuk analisis.

  • Cloud Sync: memindahkan file dari AWS S3 ke StorageGRID internal bila diperlukan.

Dengan arsitektur ini, proses unggah menjadi lebih andal dan bisa diakses secara global. Kami memanfaatkan AWS S3 sebagai platform unggahan sementara di wilayah yang belum memiliki pusat data NetApp. Setelah file masuk ke AWS, data tersebut otomatis direplikasi ke Amerika Serikat melalui jaringan backbone AWS dan dipindahkan dengan cepat ke StorageGRID internal.

Hasilnya: proses unggah file yang lancar, aman, dan cepat bagi pelanggan di seluruh dunia—tanpa perlu plugin, tanpa membuka firewall, dan tanpa perubahan besar pada infrastruktur.


Mengubah Active IQ dengan Object Storage

Penggunaan utama lainnya adalah migrasi arsitektur data lake Active IQ, dari sistem Hadoop berskala besar ke platform Kubernetes-native Dreamio, yang kini didukung oleh StorageGRID.

Hasilnya luar biasa:

  • Penggunaan komputasi turun 60%

  • Jejak penyimpanan berkurang 2 petabyte

  • Waktu kueri meningkat 10–20 kali lebih cepat, bahkan kueri terbesar kini hanya 2,5 menit dari sebelumnya 45 menit

Kami membangun lingkungan StorageGRID bare-metal menggunakan storage array E-Series yang sebelumnya digunakan di sistem Hadoop. Arsitektur ini dioptimalkan untuk kinerja tinggi, keandalan, dan kemudahan pemeliharaan, dengan menerapkan erasure coding (4+2) dan sistem operasi Red Hat 9.4.


Pelajaran yang Kami Dapatkan

Perjalanan NetApp IT bersama StorageGRID mencerminkan tantangan yang juga dihadapi pelanggan kami: infrastruktur lama, batasan keamanan, kebutuhan yang terus berkembang, dan keterbatasan anggaran.

Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa:

  • Layanan platform sangat penting. Fitur seperti CloudMirror dan SNS membantu mengotomatisasi proses dan meningkatkan fleksibilitas.

  • Desain hybrid adalah kunci. Menggabungkan grid internal dengan layanan cloud-native memperluas jangkauan tanpa biaya berlebihan.

  • Pemanfaatan ulang mempercepat ROI. Dengan menggunakan kembali perangkat keras dan memindahkan beban kerja secara cerdas, kami dapat berinovasi dengan lebih hemat.


Membangun Fondasi Masa Depan

Bagi NetApp IT, StorageGRID bukan hanya alat penyimpanan—tetapi fondasi strategis untuk skalabilitas dan kelincahan di masa depan.

Dengan arsitektur yang efisien, aman, dan siap berkembang, kami terus menunjukkan bagaimana teknologi NetApp mampu memodernisasi manajemen data dan menghadirkan nilai nyata bagi pelanggan di seluruh dunia.


Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!