Bank kini semakin bergantung pada teknologi untuk memberikan layanan yang lancar kepada nasabahnya. Namun, ketergantungan ini juga membuat mereka rentan terhadap gangguan sistem dan serangan siber, yang bisa berdampak besar. Mulai dari kerugian finansial hingga rusaknya reputasi, dampak dari gangguan semacam ini bisa sangat serius. Kita tidak perlu mengingat terlalu jauh ke belakang untuk menemukan contohnya—seperti kegagalan migrasi IT TSB pada tahun 2018, yang berujung pada denda sekitar £48 juta dari FCA dan PRA karena kegagalan dalam ketahanan operasional.
Seberapa Siap Anda Menghadapi Gangguan?
Setelah insiden terbaru, Komite Keuangan di Inggris meminta bank dan lembaga keuangan untuk memastikan bahwa mereka siap dan terus menjaga ketahanan sistem serta kualitas layanan untuk nasabah. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan serupa dengan yang diminta regulator di Uni Eropa berdasarkan aturan DORA (Digital Operational Resilience Act), seperti:
- Berapa kali dan berapa lama layanan bank tidak bisa diakses oleh nasabah dalam 2 tahun terakhir karena kegagalan IT (dibedakan per kanal: aplikasi, web, cabang, ATM, kartu)?
- Berapa jumlah nasabah yang terdampak dari setiap gangguan?
- Apa penyebab dari gangguan-gangguan tersebut?
Apapun penyebabnya—baik itu gangguan teknis atau serangan siber—dampaknya bisa besar: kehilangan uang, gangguan operasional, dan rusaknya kepercayaan pelanggan. Tapi dengan teknologi dan strategi yang tepat, risiko ini bisa dikurangi atau bahkan dicegah.
NetApp menyediakan solusi lengkap yang membantu lembaga keuangan untuk melindungi data, menjaga kelangsungan bisnis, dan mempertahankan kepercayaan nasabah. Dengan berinvestasi pada infrastruktur yang tangguh dan langkah-langkah keamanan proaktif, bank bisa tetap kuat di dunia digital yang semakin kompleks.
Dampak Gangguan dan Serangan Siber terhadap Bank
Ketahanan (resilience) bisa dilihat dari dua sisi:
- Cyber resilience: kemampuan untuk pulih dari serangan siber.
- Operational resilience: kemampuan untuk tetap menjalankan bisnis meskipun terjadi gangguan teknis, bencana alam, atau kesalahan manusia.
Gangguan dan serangan siber bisa menghentikan transaksi, mengacaukan perdagangan, dan membuat nasabah tidak bisa mengakses akun mereka. Bahkan, satu jam downtime bisa merugikan bank hingga US$6,48 juta (menurut Statista). Jika gangguan berlangsung lama atau ada kebocoran data, kepercayaan nasabah bisa hilang, dan mereka bisa beralih ke kompetitor.
Selain itu, karena lembaga keuangan tunduk pada regulasi ketat seperti DORA, GDPR, PCI DSS, gangguan yang menyebabkan kebocoran data bisa berujung pada denda besar dan proses hukum yang panjang. Gangguan ini juga bisa menghambat proses internal seperti pendeteksian penipuan, persetujuan pinjaman, penggajian, pelaporan kepatuhan, dan pemrosesan transaksi.
Bagaimana NetApp Membantu Mengurangi Risiko Gangguan dan Serangan Siber
NetApp menghadirkan penyimpanan data paling aman di dunia, dengan solusi yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan, menjaga ketersediaan data, dan melindungi dari ancaman siber. Baik dari sisi cyber maupun operasional, NetApp siap membantu.
Ketahanan yang Kuat
- Keamanan dan perlindungan siber bawaan
Perangkat lunak manajemen data NetApp® ONTAP® sudah dilengkapi fitur keamanan seperti enkripsi, deteksi ransomware, dan pemulihan cepat. Teknologi SnapLock® memastikan data penting tidak bisa dihapus atau diubah—even oleh peretas. - Pencegahan ancaman dengan kecerdasan buatan (AI)
Teknologi AI NetApp mendeteksi potensi serangan secara real-time dengan akurasi 99%, memungkinkan tindakan cepat untuk mengamankan data. Pemantauan perilaku file dan pengguna juga dilakukan secara terus-menerus, lengkap dengan sistem peringatan dan investigasi. - Ketersediaan tinggi dan pemulihan bencana
NetApp MetroCluster® menjamin sistem tetap berjalan meskipun ada kegagalan perangkat keras atau gangguan lainnya. Rencana pemulihan bencana (disaster recovery) yang didukung NetApp memungkinkan bank memulihkan layanan dengan cepat. - Integrasi cloud untuk skalabilitas dan fleksibilitas
Solusi hybrid cloud NetApp memungkinkan bank memanfaatkan fleksibilitas cloud tanpa kehilangan kontrol atas data. Dengan cloud, data bisa diakses dari mana saja—mengurangi risiko gangguan lokal. - Perlindungan dan cadangan data
Teknologi SnapMirror® dan SnapVault® memastikan data penting selalu tersedia lewat replikasi dan pencadangan otomatis. Ini juga membantu mematuhi persyaratan regulasi. - Pemantauan proaktif dan analitik berbasis AI
NetApp Active IQ® menggunakan analitik cerdas untuk memantau sistem, memprediksi masalah, dan memberikan rekomendasi agar gangguan bisa dicegah sebelum terjadi.
Garis Pertahanan Terakhir Anda
Apa yang sudah terjadi memang tak bisa diubah. Tapi ke depan, NetApp hadir sebagai garis pertahanan terakhir untuk data Anda—agar Anda tidak perlu lagi menjawab pertanyaan sulit dari regulator di masa mendatang.
Apakah bank Anda sudah siap menghadapi gangguan atau serangan berikutnya?
Dengan NetApp, Anda bisa membangun masa depan yang lebih tangguh dan aman.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
