Di era digital saat ini, penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin berkembang pesat. Banyak perusahaan mulai menggunakan AI untuk membantu analisis data, layanan pelanggan, keamanan, hingga otomatisasi bisnis. Namun di balik perkembangan tersebut, ada satu hal penting yang sering terlupakan: keamanan data AI. AI bekerja menggunakan data dalam jumlah besar. Data tersebut terus bergerak dari cloud, server lokal, hingga perangkat edge. Semakin besar sistem AI yang digunakan, semakin besar juga risiko serangan siber yang mengincar data tersebut. Karena itulah, keamanan AI tidak cukup hanya melindungi aplikasi atau jaringan saja. Perlindungan harus dimulai dari tempat data disimpan. Data Adalah Aset Utama AI AI membutuhkan data untuk belajar dan mengambil keputusan. Data tersebut bisa berupa informasi pelanggan, dokumen perusahaan, hasil transaksi, gambar, video, hingga data operasional bisnis. Masalahnya, data AI kini menjadi target utama para pelaku kejahatan siber. Mereka tidak hanya menyerang sistem komputer, tetapi juga mencoba: Mencuri data penting Mengenkripsi data dengan ransomware Merusak data pelatihan AI Membocorkan informasi rahasia Menyisipkan data palsu agar hasil AI menjadi salah Jika data AI rusak atau bocor, dampaknya sangat besar. Bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga hilangnya kepercayaan pelanggan dan gangguan operasional bisnis. Mengapa Keamanan Tradisional Tidak Lagi Cukup? Selama ini banyak perusahaan fokus mengamankan: Jaringan Firewall Endpoint User login Server aplikasi Namun serangan modern kini lebih canggih. Ketika hacker berhasil melewati lapisan keamanan tersebut, target utama mereka adalah data. Sayangnya, banyak sistem penyimpanan data masih dianggap hanya sebagai “tempat menyimpan file”, bukan sebagai bagian aktif dari sistem keamanan. Inilah celah yang berbahaya. Padahal, data AI terus berpindah antar sistem dengan sangat cepat. Setiap perpindahan data membuka peluang baru bagi penyerang untuk masuk. Tantangan Baru dalam Keamanan AI Lingkungan AI modern memiliki beberapa tantangan keamanan yang berbeda dibanding sistem biasa. 1. Data AI Sangat Berharga Data pelatihan AI dan model AI merupakan aset penting perusahaan. Jika dicuri, pesaing bisa mendapatkan keuntungan besar. Bahkan model AI yang sudah dilatih membutuhkan biaya dan waktu yang sangat mahal. Kehilangan data AI sama saja kehilangan investasi besar. 2. Serangan Semakin Cepat Dengan bantuan otomatisasi dan AI, hacker kini dapat menyerang sistem dalam hitungan menit. Mereka bisa: Mengenkripsi ribuan file secara otomatis Menyalin data besar dengan cepat Menyembunyikan aktivitas mereka Serangan modern sering kali lebih cepat dibanding kemampuan manusia untuk mendeteksinya. 3. Pemulihan Data Lebih Rumit Sistem AI membutuhkan data yang bersih dan akurat. Backup biasa belum tentu cukup. Jika data AI sudah tercampur malware atau dimanipulasi, hasil AI bisa menjadi tidak valid. Karena itu perusahaan membutuhkan sistem pemulihan yang mampu memastikan data benar-benar aman sebelum digunakan kembali. 4. Kurangnya Visibilitas Karena data AI tersebar di banyak lokasi seperti cloud, data center, dan edge device, perusahaan sering kesulitan memantau apa yang sebenarnya terjadi pada data mereka. Akibatnya ancaman bisa terjadi tanpa terdeteksi. Penyimpanan Data Harus Menjadi Sistem Keamanan Aktif Perusahaan teknologi seperti NetApp mulai mengubah cara pandang terhadap storage atau sistem penyimpanan data. Kini storage tidak lagi hanya menjadi tempat menyimpan file, tetapi juga menjadi bagian aktif dari pertahanan keamanan siber. Artinya, sistem penyimpanan harus mampu: Mendeteksi aktivitas mencurigakan Mengidentifikasi serangan lebih cepat Mengisolasi ancaman Membuat backup otomatis yang aman Membantu pemulihan data dengan cepat Dengan cara ini, storage menjadi garis pertahanan terakhir sekaligus pelindung utama data AI. Bagaimana NetApp Membantu Mengamankan Pipeline AI? NetApp menghadirkan pendekatan keamanan yang langsung terintegrasi di lapisan penyimpanan data. Berikut beberapa kemampuan utamanya: Perlindungan Langsung dari Sumber Data NetApp menerapkan kontrol keamanan langsung di storage. Jadi perlindungan tetap berjalan meskipun data berpindah dari cloud ke data center atau edge. Sistem juga mendukung: Access control Enkripsi data Kebijakan keamanan otomatis Proteksi immutable snapshot Snapshot yang Tidak Bisa Diubah Salah satu fitur penting adalah immutable snapshot, yaitu salinan data yang tidak bisa dihapus atau diubah oleh hacker. Jika terjadi serangan ransomware, perusahaan masih memiliki salinan data asli yang aman untuk dipulihkan. Deteksi Anomali Secara Otomatis AI biasanya menggunakan data dalam jumlah besar dengan lalu lintas tinggi. Hal ini sering membuat aktivitas berbahaya sulit dikenali. NetApp menggunakan deteksi anomali di level storage untuk mendeteksi: Enkripsi massal mendadak Penghapusan file besar-besaran Aktivitas akses tidak normal Pemindahan data mencurigakan Dengan deteksi lebih awal, tim IT bisa bertindak sebelum kerusakan meluas. Keamanan Konsisten di Semua Lingkungan AI modern berjalan di berbagai platform: Cloud On-premise Edge Hybrid cloud NetApp menyediakan kebijakan keamanan yang konsisten di semua lingkungan tersebut. Jadi perusahaan tidak perlu menggunakan banyak tools berbeda yang rumit dikelola. Ketahanan Siber Menjadi Kunci Utama Saat ini perusahaan tidak bisa lagi hanya fokus “mencegah serangan”. Yang lebih penting adalah bagaimana sistem tetap berjalan dan cepat pulih ketika serangan terjadi. Inilah yang disebut cyber resilience atau ketahanan siber. Dengan sistem storage yang cerdas, perusahaan dapat: Mendeteksi serangan lebih cepat Mengurangi kerusakan Memulihkan data dengan cepat Menjaga operasional tetap berjalan Hal ini sangat penting bagi perusahaan yang menggunakan AI dalam operasional bisnis sehari-hari. Kesimpulan AI memberikan peluang besar bagi bisnis modern, tetapi juga membawa tantangan keamanan yang semakin kompleks. Karena data adalah inti dari AI, maka perlindungan harus dimulai dari tempat data disimpan. Pendekatan keamanan tradisional saja sudah tidak cukup. Storage modern harus mampu menjadi sistem keamanan aktif yang dapat mendeteksi, melindungi, dan memulihkan data secara otomatis. Melalui solusi seperti yang dikembangkan NetApp, perusahaan dapat membangun sistem AI yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi ancaman siber modern. Di masa depan, perusahaan yang mampu menjaga keamanan data AI dengan baik akan memiliki keunggulan besar dalam menjalankan inovasi digital secara aman dan berkelanjutan. netapp Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi netapp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Month: May 2026
Menjalankan Workload Tanpa Kompromi di Google Cloud
Di era digital saat ini, banyak perusahaan mulai memindahkan aplikasi dan data mereka ke cloud karena menawarkan fleksibilitas, skalabilitas, dan kemudahan pengelolaan. Namun, meskipun cloud memberikan banyak keuntungan, masih ada tantangan besar yang sering dihadapi perusahaan, terutama dalam hal penyimpanan data atau storage. Banyak aplikasi penting perusahaan seperti database, sistem ERP, aplikasi bisnis, hingga layanan file sharing membutuhkan performa tinggi, akses cepat, dan perlindungan data yang kuat. Sayangnya, tidak semua layanan cloud mampu memenuhi kebutuhan tersebut dengan mudah. Untuk menjawab tantangan ini, NetApp bekerja sama dengan Google Cloud menghadirkan layanan bernama Google Cloud NetApp Volumes atau disingkat GCNV. Layanan ini dirancang untuk membantu perusahaan memindahkan aplikasi penting mereka ke Google Cloud tanpa harus mengubah sistem secara besar-besaran. Mengapa Penyimpanan Cloud Menjadi Tantangan? Banyak aplikasi perusahaan modern sebenarnya dibangun untuk berjalan di lingkungan penyimpanan tradisional di data center lokal. Aplikasi-aplikasi tersebut biasanya membutuhkan: Shared storage Performa stabil Latency rendah Perlindungan data otomatis Backup dan recovery yang andal Ketika aplikasi dipindahkan ke cloud biasa, sering kali perusahaan harus melakukan perubahan besar pada arsitektur aplikasi mereka agar bisa berjalan dengan baik. Hal ini bisa menyebabkan: Biaya migrasi tinggi Risiko downtime Performa menurun Kompleksitas tambahan Karena itu, banyak perusahaan masih ragu memindahkan sistem inti mereka ke cloud. Solusi dari NetApp dan Google Cloud Melalui Google Cloud NetApp Volumes, perusahaan kini dapat menjalankan aplikasi penting di cloud dengan lebih mudah dan aman. Salah satu fitur terbaru yang kini tersedia adalah iSCSI block storage. Teknologi ini memungkinkan aplikasi bisnis dan database menggunakan penyimpanan cloud seperti layaknya storage enterprise di data center lokal. Dengan fitur ini, perusahaan dapat: Memindahkan database produksi ke Google Cloud Menjalankan aplikasi enterprise dengan performa tinggi Menjaga sistem tetap stabil dan andal Mendukung aplikasi dengan latency sangat rendah Artinya, perusahaan tidak perlu lagi khawatir performa cloud akan mengganggu aplikasi bisnis utama mereka. Membantu Menghemat Biaya Cloud Salah satu masalah umum dalam penggunaan cloud adalah biaya yang terus meningkat. Banyak perusahaan membeli kapasitas storage dan performa berlebihan hanya untuk mengantisipasi beban kerja tertinggi. Akibatnya, banyak resource cloud sebenarnya tidak digunakan secara maksimal. GCNV membantu mengatasi masalah ini dengan memberikan fleksibilitas untuk: Menyesuaikan kapasitas storage sesuai kebutuhan Mengatur performa secara dinamis Meningkatkan atau menurunkan resource kapan saja Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengontrol biaya cloud dengan lebih baik tanpa harus mengorbankan performa aplikasi. Penyimpanan File dan Block dalam Satu Platform Di perusahaan besar, biasanya ada banyak jenis storage yang digunakan secara bersamaan, seperti: File storage Block storage Hybrid cloud storage Masalahnya, setiap jenis storage sering memiliki sistem pengelolaan berbeda sehingga membuat operasional menjadi rumit. Melalui fitur baru bernama Flex Unified Storage, NetApp mencoba menyederhanakan semuanya. Fitur ini memungkinkan perusahaan menggabungkan file dan block storage ke dalam satu platform terpadu. Keuntungannya antara lain: Pengelolaan lebih sederhana Operasional lebih efisien Konsistensi sistem lebih baik Tim IT lebih mudah bekerja Dengan satu platform terpadu, perusahaan juga lebih mudah mengelola hybrid cloud dan multi-cloud. Mendukung Berbagai Kebutuhan Perusahaan Tidak semua perusahaan memiliki kebutuhan yang sama. Ada perusahaan yang ingin semua sistem dikelola otomatis oleh cloud provider, tetapi ada juga yang tetap ingin memiliki kontrol penuh terhadap storage mereka. Karena itu, GCNV juga menghadirkan fitur ONTAP-mode. Fitur ini cocok untuk perusahaan yang sudah menggunakan teknologi ONTAP dari NetApp di data center mereka. Dengan ONTAP-mode, perusahaan bisa: Tetap menggunakan workflow lama Memanfaatkan API ONTAP Mengelola storage lebih fleksibel Memindahkan sistem ke cloud secara bertahap Hal ini membuat proses transformasi cloud menjadi jauh lebih mudah tanpa harus mengubah seluruh sistem sekaligus. Transformasi Cloud yang Lebih Praktis Kerja sama antara NetApp dan Google Cloud memberikan jalan yang lebih realistis bagi perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital. Kini perusahaan dapat: Menjalankan workload penting di cloud Mengurangi kompleksitas storage Menghemat biaya operasional Menjaga performa aplikasi tetap tinggi Tetap mempertahankan sistem dan keahlian yang sudah dimiliki Pendekatan ini membantu perusahaan berpindah ke cloud tanpa harus melakukan kompromi besar terhadap performa, keamanan, atau operasional. Manfaat untuk CIO dan Tim IT Bagi CIO dan pemimpin IT, solusi ini memberikan banyak keuntungan strategis, seperti: 1. Risiko Migrasi Lebih Rendah Perusahaan dapat memindahkan sistem inti ke cloud dengan lebih aman dan stabil. 2. Kontrol Biaya Lebih Baik Penggunaan storage menjadi lebih efisien sehingga biaya cloud dapat ditekan. 3. Platform Storage Terpadu Semua jenis workload dapat dikelola dalam satu sistem yang konsisten. 4. Fleksibel untuk Masa Depan Perusahaan dapat berkembang sesuai kebutuhan tanpa terikat pada satu model infrastruktur saja. Kesimpulan Cloud memang menawarkan banyak keuntungan, tetapi tantangan storage sering menjadi hambatan terbesar bagi perusahaan besar. Melalui Google Cloud NetApp Volumes, NetApp dan Google Cloud menghadirkan solusi enterprise storage modern yang memungkinkan perusahaan menjalankan aplikasi penting di cloud tanpa kehilangan performa, keamanan, dan fleksibilitas. Dengan fitur seperti: iSCSI block storage Flex unified storage ONTAP-mode perusahaan kini memiliki cara yang lebih mudah dan aman untuk melakukan transformasi cloud. Di era AI dan digital modern, solusi seperti ini menjadi langkah penting agar perusahaan bisa terus berkembang tanpa harus berkompromi dengan kebutuhan bisnis mereka. netapp Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi netapp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Memimpin Teknologi Global File System: Mengapa Sistem File Global Sangat Penting?
Di era digital modern, data perusahaan tidak lagi berada di satu tempat saja. Sebagian data mungkin ada di kantor pusat, sebagian di cloud, sebagian lagi berada di cabang atau edge location di berbagai negara. Masalahnya, tim kerja tetap membutuhkan akses data yang cepat dan terasa seperti data berada “dekat” dengan mereka. Inilah alasan mengapa teknologi Globally Distributed File Systems (GDFS) atau sistem file terdistribusi global menjadi sangat penting. Secara sederhana, GDFS adalah teknologi yang memungkinkan banyak tim di berbagai lokasi dunia mengakses file yang sama secara cepat, konsisten, dan real-time tanpa harus memindahkan data secara manual. Tanpa sistem seperti ini, perusahaan sering menghadapi berbagai masalah seperti: Akses data yang lambat Konflik versi file Data tidak sinkron Biaya jaringan yang tinggi Kolaborasi tim yang terganggu Karena itulah banyak perusahaan teknologi berlomba menghadirkan solusi GDFS terbaik. Salah satu perusahaan yang mendapat perhatian besar adalah NetApp melalui teknologi mereka bernama NetApp FlexCache. Mengapa Global File System Penting? Saat perusahaan memiliki kantor, cloud, atau data center di banyak lokasi, pengelolaan data menjadi jauh lebih rumit. Bayangkan sebuah tim desain di Amerika, tim engineering di Jepang, dan tim produksi di Eropa harus bekerja pada file yang sama secara bersamaan. Jika sistem tidak sinkron, maka bisa terjadi: File tertimpa Versi data berbeda Proses kerja melambat Produktivitas turun GDFS hadir untuk menyelesaikan masalah ini dengan membuat data terasa “lokal” di mana pun pengguna berada. Artinya, meskipun data asli tersimpan di pusat data tertentu, pengguna di lokasi lain tetap bisa mengaksesnya dengan cepat seperti berada di komputer lokal mereka sendiri. Solusi NetApp FlexCache Untuk mengatasi tantangan data global, NetApp menghadirkan FlexCache, sebuah fitur bawaan dari sistem operasi storage mereka bernama ONTAP. FlexCache bekerja dengan membuat cache atau salinan pintar dari data di berbagai lokasi. Namun berbeda dengan cache biasa, teknologi ini memiliki kemampuan sinkronisasi real-time. Artinya, ketika seseorang mengubah file di satu lokasi, semua pengguna di lokasi lain langsung melihat versi terbaru saat itu juga. Tidak ada lagi masalah: File versi lama Sinkronisasi terlambat Kebingungan memilih data terbaru Dengan FlexCache, semua tim bekerja pada satu sumber data yang sama. Keuntungan Menggunakan FlexCache 1. Kolaborasi Global Lebih Mudah Tim dari berbagai negara dapat bekerja bersama tanpa hambatan jarak. Mereka bisa mengakses file yang sama secara real-time tanpa harus menunggu proses sinkronisasi manual. Hal ini sangat penting untuk industri seperti: Animasi Media dan hiburan AI Desain chip elektronik (EDA) Pengembangan software 2. Performa Tetap Cepat FlexCache menghadirkan performa tinggi karena data terasa seperti berada di lokasi pengguna. Teknologi ini membantu mengurangi latency atau keterlambatan akses data yang biasanya terjadi ketika data berada jauh di server pusat. Hasilnya: Editing lebih cepat Rendering lebih singkat Proses AI lebih lancar Produktivitas meningkat 3. Mengurangi Beban Jaringan Karena data tidak perlu terus-menerus dipindahkan antar lokasi, penggunaan bandwidth WAN menjadi jauh lebih hemat. Perusahaan dapat mengurangi biaya jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi kerja. Keamanan Tetap Menjadi Prioritas Semakin banyak lokasi dan pengguna yang mengakses data, semakin besar juga risiko keamanan. Karena itu, NetApp melengkapi ONTAP dengan berbagai fitur keamanan seperti: Enkripsi end-to-end Snapshot immutable Perlindungan ransomware otomatis Kontrol akses berbasis peran Teknologi ini membantu memastikan hanya orang yang memiliki izin yang bisa mengakses data tertentu. Selain itu, sistem juga mendukung standar keamanan global seperti GDPR sehingga cocok digunakan perusahaan internasional. Studi Kasus: DreamWorks Animation Salah satu contoh sukses penggunaan FlexCache adalah perusahaan animasi terkenal DreamWorks Animation. Studio ini memiliki tim kreatif yang bekerja di berbagai lokasi dunia dan membutuhkan akses cepat ke file animasi berukuran sangat besar. Dengan menggunakan FlexCache, DreamWorks berhasil mendapatkan: Kolaborasi Real-Time Tim di berbagai negara dapat bekerja pada proyek yang sama tanpa konflik versi file. Rendering Lebih Cepat Akses data menjadi lebih dekat ke pengguna sehingga proses rendering dan editing jauh lebih cepat. Efisiensi Biaya Waktu kerja lebih singkat berarti biaya operasional juga turun. Tim IT tidak lagi menghabiskan banyak waktu mengelola sinkronisasi data manual. Penting untuk AI dan Hybrid Cloud Teknologi seperti FlexCache kini semakin penting di era AI dan hybrid cloud. Banyak perusahaan modern menggunakan kombinasi: Data center lokal Cloud publik Edge computing Dengan sistem file global, semua lingkungan tersebut dapat terhubung menjadi satu ekosistem data yang konsisten. NetApp juga mendukung integrasi dengan layanan cloud besar seperti: Amazon Web Services Microsoft Azure Google Cloud Hal ini membuat perusahaan lebih fleksibel dalam mengelola data mereka. Kesimpulan Di era digital saat ini, data tersebar di mana-mana. Tanpa sistem yang tepat, perusahaan bisa mengalami banyak masalah mulai dari akses lambat hingga konflik data. Globally Distributed File Systems menjadi solusi penting untuk memastikan data tetap cepat, aman, dan konsisten di seluruh dunia. Melalui FlexCache dan ONTAP, NetApp menghadirkan solusi modern yang membantu perusahaan: Mempercepat akses data Mempermudah kolaborasi global Mengurangi biaya jaringan Meningkatkan keamanan Mendukung AI dan hybrid cloud Bagi perusahaan yang ingin berkembang di era digital dan AI, teknologi global file system bukan lagi pilihan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama. netapp Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi netapp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Masa Depan Pertahanan Siber: Ketahanan Dimulai dari Tempat Data Anda Berada
Selama bertahun-tahun, sistem keamanan siber dianggap seperti membangun benteng besar. Perusahaan membuat “tembok” pertahanan dengan firewall, antivirus, dan berbagai sistem keamanan untuk mencegah penjahat siber masuk ke jaringan mereka. Tujuannya sederhana: menjaga agar data penting tetap aman. Namun, dunia keamanan siber kini berubah sangat cepat. Serangan siber semakin canggih. Hacker tidak lagi hanya mencoba “mendobrak pintu depan”, tetapi juga mencari celah kecil yang bisa dimanfaatkan untuk masuk ke dalam sistem perusahaan. Bahkan saat ini, banyak pelaku kejahatan siber mulai menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat serangan mereka. Akibatnya, perusahaan tidak bisa lagi hanya mengandalkan sistem pertahanan lama. Faktanya, rata-rata perusahaan membutuhkan waktu sekitar 276 hari untuk menemukan dan mengatasi kebocoran data setelah serangan terjadi. Biaya rata-rata akibat kebocoran data secara global juga mencapai sekitar USD 4,44 juta. Karena itu, banyak perusahaan mulai menyadari satu hal penting: serangan siber hampir tidak bisa dihindari. Yang paling penting sekarang bukan hanya mencegah serangan, tetapi bagaimana perusahaan bisa bertahan dan pulih dengan cepat ketika serangan terjadi. Ketahanan Siber Menjadi Fokus Utama Di era modern, konsep keamanan siber berubah dari sekadar “mencegah serangan” menjadi “membangun ketahanan”. Artinya, sistem harus mampu mendeteksi serangan lebih cepat, membatasi dampaknya, dan memulihkan data dalam hitungan menit, bukan berbulan-bulan. Di sinilah peran penyimpanan data atau storage menjadi sangat penting. Dulu, storage hanya dianggap sebagai tempat menyimpan file dan data perusahaan. Fungsinya mirip lemari arsip digital. Sistem penyimpanan hanya diam dan menunggu data digunakan. Namun sekarang, storage modern harus menjadi “penjaga aktif” yang ikut melindungi data perusahaan. Storage Bukan Lagi Tempat Penyimpanan Pasif Saat ini, storage modern harus memiliki kemampuan cerdas untuk mendeteksi tanda-tanda serangan siber secara otomatis. Misalnya, storage harus bisa mengenali ketika terjadi: Enkripsi file secara massal oleh ransomware Penghapusan file dalam jumlah besar Aktivitas akses data yang tidak normal Lonjakan penggunaan data yang mencurigakan Sistem harus mampu mendeteksi aktivitas tersebut sejak awal, bahkan sebelum data dicuri atau dirusak. Yang lebih penting lagi, storage modern juga harus mampu mengetahui siapa yang melakukan aktivitas mencurigakan tersebut. Apakah berasal dari pengguna internal, perangkat tertentu, atau akun yang telah diretas hacker. Dengan kemampuan ini, perusahaan bisa bertindak jauh lebih cepat sebelum kerusakan meluas. Storage Harus Bisa Melawan Balik Mendeteksi ancaman saja tidak cukup. Storage modern juga harus mampu melakukan tindakan otomatis untuk melindungi data. Ketika ancaman terdeteksi, sistem storage dapat langsung: Memblokir akses pengguna yang mencurigakan Membuat snapshot immutable Memindahkan data penting ke lokasi yang lebih aman Snapshot immutable adalah salinan data yang tidak bisa diubah atau dihapus oleh siapa pun, termasuk hacker. Teknologi ini sangat penting untuk melindungi data dari ransomware. Dengan tindakan otomatis tersebut, serangan yang awalnya bisa menjadi bencana besar dapat dibatasi hanya pada sebagian kecil data saja. Kolaborasi dengan Sistem Keamanan Lain Storage modern juga tidak bekerja sendirian. Sistem ini harus terhubung dengan berbagai platform keamanan lainnya. Contohnya adalah integrasi dengan: SIEM (Security Information and Event Management) SOAR (Security Orchestration, Automation, and Response) Melalui integrasi ini, storage dapat mengirimkan informasi penting secara real-time kepada tim keamanan. Sistem keamanan kemudian dapat menggabungkan data dari berbagai sumber untuk memahami bagaimana serangan terjadi, dari mana asalnya, dan apa dampaknya terhadap perusahaan. Dengan pemahaman yang lebih lengkap, perusahaan bisa memperbaiki kelemahan keamanan mereka agar serangan serupa tidak terulang kembali. Pemulihan Data Harus Cepat dan Mudah Selain mendeteksi dan membatasi serangan, kemampuan memulihkan data juga menjadi bagian penting dari ketahanan siber. Semakin lama proses pemulihan berlangsung, semakin besar kerugian perusahaan. Bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga: Gangguan operasional Hilangnya kepercayaan pelanggan Masalah hukum Risiko pelanggaran regulasi Bahkan pada tahun 2025, sekitar 86% insiden siber menyebabkan gangguan bisnis yang serius. Karena itu, storage modern harus mampu membantu proses pemulihan data secara otomatis. Dalam praktiknya, sistem storage harus bisa: Menemukan versi data terbaru yang aman Memastikan data bebas malware Mengembalikan data ke sistem produksi dengan cepat Dengan proses otomatis ini, tim IT tidak perlu lagi mencari backup secara manual atau bingung menentukan data mana yang aman untuk dipulihkan. Ketahanan Siber Menjadi Standar Baru Saat serangan siber terjadi, setiap detik sangat berharga. Kecepatan dalam mendeteksi, merespons, dan memulihkan data menjadi ukuran utama keberhasilan sistem keamanan modern. Perusahaan yang mampu pulih dengan cepat biasanya dapat melanjutkan bisnis mereka tanpa gangguan besar. Sebaliknya, perusahaan yang tidak memiliki sistem ketahanan yang baik bisa mengalami kerugian besar bahkan kehilangan kepercayaan pelanggan. Karena itu, storage kini bukan lagi sekadar tempat penyimpanan data. Storage telah berubah menjadi garis pertahanan pertama dalam keamanan siber modern. Kesimpulan Di era serangan siber yang semakin canggih, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan firewall atau antivirus. Sistem penyimpanan data juga harus menjadi bagian aktif dari strategi keamanan. Storage modern harus mampu: Mendeteksi ancaman secara real-time Melindungi data secara otomatis Berintegrasi dengan sistem keamanan lain Memulihkan data dengan cepat Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat membangun ketahanan siber yang kuat dan tetap percaya diri menghadapi ancaman di masa depan. Pada akhirnya, bukan perusahaan yang tidak pernah diserang yang akan bertahan, tetapi perusahaan yang mampu bangkit dengan cepat setelah serangan terjadi. netapp Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi netapp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Panduan CIO untuk Menciptakan Nilai Bisnis dengan AI
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan saat ini menjadi salah satu teknologi paling penting di dunia bisnis. Banyak perusahaan berlomba-lomba menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat pekerjaan, hingga menciptakan inovasi baru. Namun kenyataannya, tidak semua proyek AI berhasil. Banyak perusahaan hanya sampai tahap uji coba atau demo, tetapi gagal menerapkan AI secara nyata dalam operasional bisnis sehari-hari. Di sinilah peran CIO (Chief Information Officer) dan CTO (Chief Technology Officer) menjadi sangat penting. Mereka bukan hanya bertugas mengelola teknologi, tetapi juga memastikan investasi AI benar-benar memberikan hasil nyata bagi perusahaan. Artikel ini membahas cara sederhana bagaimana pemimpin IT dapat membangun strategi AI yang sukses dan memberikan nilai bisnis yang nyata. AI Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Strategi Bisnis Saat ini banyak perusahaan mengeluarkan biaya besar untuk AI. Namun pimpinan perusahaan tentu ingin melihat hasil nyata, seperti: Peningkatan keuntungan Efisiensi operasional Pengurangan biaya Pelayanan pelanggan yang lebih baik Kecepatan inovasi Masalahnya, banyak proyek AI berjalan lambat karena data perusahaan masih berantakan dan tersebar di banyak tempat. Bahkan dalam banyak kasus, tim AI menghabiskan sebagian besar waktunya hanya untuk: Mengumpulkan data Membersihkan data Menghubungkan sistem yang berbeda Akibatnya proyek AI menjadi mahal dan lambat menghasilkan manfaat. Karena itu perusahaan perlu membangun fondasi data yang kuat sebelum AI dapat berjalan dengan maksimal. Menghubungkan Investasi AI dengan Tujuan Bisnis Salah satu tantangan terbesar CIO adalah membuktikan bahwa investasi AI benar-benar bermanfaat. Pimpinan perusahaan ingin tahu: Apa keuntungan AI untuk bisnis? Berapa ROI (Return on Investment)? Apakah AI membantu perusahaan tumbuh? Untuk menjawab pertanyaan ini, CIO harus memastikan bahwa setiap proyek AI memiliki tujuan bisnis yang jelas. Contohnya: AI untuk mempercepat layanan pelanggan AI untuk mendeteksi penipuan AI untuk analisis penjualan AI untuk otomatisasi pekerjaan rutin AI tidak boleh hanya menjadi proyek teknologi tanpa arah bisnis. Dengan strategi yang tepat, CIO bisa berubah dari sekadar pengelola IT menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan perusahaan. Data Adalah Fondasi Utama AI AI membutuhkan data untuk bekerja. Semakin baik kualitas data, semakin baik juga hasil AI. Masalahnya, banyak perusahaan memiliki data yang tersebar di: Server kantor Cloud Database lama Aplikasi berbeda File manual Kondisi ini disebut data silo. Jika data tidak terhubung, AI akan kesulitan menghasilkan analisis yang akurat. Karena itu perusahaan perlu membangun “intelligent data infrastructure” atau infrastruktur data cerdas. Tujuannya adalah: Menyatukan semua data Mempermudah akses data Meningkatkan keamanan data Mempercepat proses AI Dengan sistem data yang terintegrasi, perusahaan dapat mengembangkan AI lebih cepat dan lebih efisien. AI Harus Cepat, Tapi Tetap Aman CIO memiliki tantangan besar: Harus bergerak cepat mengembangkan AI Tetapi tetap menjaga keamanan perusahaan Saat ini AI sering memproses data sensitif seperti: Data pelanggan Informasi keuangan Dokumen internal Data rahasia perusahaan Jika keamanan lemah, risiko kebocoran data menjadi sangat besar. Karena itu keamanan tidak boleh dipasang belakangan. Sistem keamanan harus dibangun sejak awal pengembangan AI. Pendekatan modern saat ini adalah: Enkripsi data Kontrol akses berbasis identitas Monitoring otomatis Zero Trust Security Deteksi ancaman otomatis Dengan keamanan yang terintegrasi, tim AI dapat bekerja lebih cepat tanpa mengorbankan keamanan perusahaan. Infrastruktur AI Harus Fleksibel AI membutuhkan infrastruktur yang sangat kuat, terutama untuk: Training model AI Analisis data besar Machine learning Generative AI Banyak perusahaan sekarang menggunakan sistem hybrid cloud, yaitu kombinasi: Server lokal Cloud publik Cloud privat Pendekatan ini memberi fleksibilitas lebih besar. Contohnya: Data sensitif tetap disimpan di kantor Training AI dilakukan di cloud Backup disimpan di lokasi lain Dengan sistem fleksibel, perusahaan dapat: Menghemat biaya Menambah kapasitas lebih cepat Menyesuaikan kebutuhan bisnis Menghindari ketergantungan pada satu vendor Fleksibilitas menjadi salah satu kunci keberhasilan AI modern. Mengubah AI dari Percobaan Menjadi Solusi Nyata Banyak proyek AI gagal karena hanya berhenti di tahap pilot project. Agar AI benar-benar sukses, perusahaan harus mampu mengubah AI menjadi solusi yang digunakan setiap hari. Caranya: Data harus mudah diakses Infrastruktur harus kuat Biaya harus terkontrol Keamanan harus otomatis Sistem governance harus jelas Jika semua fondasi ini siap, AI dapat digunakan untuk: Optimasi supply chain Personalisasi pelanggan Analisis pasar Otomatisasi operasional Pengambilan keputusan bisnis AI akhirnya menjadi alat penting untuk pertumbuhan perusahaan, bukan sekadar proyek percobaan. CIO Kini Memiliki Peran yang Lebih Strategis Dulu tim IT sering dianggap hanya sebagai bagian pendukung operasional. Namun di era AI, CIO memiliki kesempatan menjadi pemimpin transformasi bisnis. Dengan strategi AI yang tepat, CIO dapat: Membantu perusahaan lebih kompetitif Mempercepat inovasi Mengurangi biaya operasional Meningkatkan efisiensi bisnis Membuka peluang bisnis baru AI bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan menggunakan data dan teknologi untuk menciptakan nilai bisnis nyata. Kesimpulan AI memiliki potensi besar untuk mengubah dunia bisnis. Namun keberhasilan AI tidak hanya bergantung pada teknologi canggih. Perusahaan juga membutuhkan: Data yang terintegrasi Infrastruktur yang fleksibel Sistem keamanan yang kuat Strategi bisnis yang jelas Pengelolaan biaya yang baik Bagi CIO dan pemimpin IT, ini adalah kesempatan besar untuk menjadi penggerak utama transformasi digital perusahaan. Perusahaan yang berhasil membangun fondasi AI dengan benar akan memiliki keunggulan kompetitif yang sangat kuat di masa depan. netapp Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi netapp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Perkembangan Cloud Storage Enterprise di AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud
Teknologi cloud storage atau penyimpanan data berbasis cloud terus berkembang sangat cepat. Saat ini, banyak perusahaan besar mulai memindahkan data dan aplikasi mereka ke cloud agar lebih fleksibel, aman, dan mudah dikelola. Salah satu perusahaan yang aktif mengembangkan solusi cloud storage enterprise adalah NetApp. Dalam beberapa bulan terakhir, NetApp menghadirkan berbagai pembaruan penting untuk layanan cloud di platform besar seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Google Cloud. Pembaruan ini membantu perusahaan menjalankan aplikasi modern, AI, analisis data, hingga virtualisasi dengan lebih cepat dan efisien. Berikut penjelasan sederhananya untuk pemula. Apa Itu Enterprise Cloud Storage? Sebelum masuk lebih jauh, mari pahami dulu pengertiannya. Enterprise cloud storage adalah layanan penyimpanan data di cloud yang dirancang khusus untuk kebutuhan perusahaan besar. Sistem ini memungkinkan perusahaan menyimpan, mengelola, dan mengakses data dari mana saja tanpa harus bergantung sepenuhnya pada server fisik di kantor. Keuntungan utama cloud storage antara lain: Data lebih aman Mudah diperbesar kapasitasnya Bisa diakses dari berbagai lokasi Mendukung backup dan recovery Cocok untuk AI dan analisis data besar Karena itulah banyak perusahaan mulai beralih ke cloud. 1. Amazon FSx for NetApp ONTAP Kini Mendukung S3 Access Points Pada acara AWS re , Amazon memperkenalkan fitur baru bernama S3 Access Points untuk Amazon FSx for NetApp ONTAP. Fitur ini mempermudah perusahaan menghubungkan data mereka dengan layanan AI dan analisis milik AWS seperti: Athena SageMaker QuickSight OpenSearch Sebelumnya, perusahaan sering harus memindahkan data secara manual atau membuat banyak salinan data agar bisa dipakai untuk AI dan analitik. Sekarang proses itu menjadi jauh lebih mudah. Keuntungan fitur ini: Tidak perlu memindahkan data besar-besaran Mengurangi duplikasi data Mempercepat proses analisis Mendukung AI dan machine learning Tetap menggunakan sistem lama tanpa gangguan Fitur ini sangat membantu industri seperti: Kesehatan Keuangan Otomotif Media Gaming Dengan akses data yang lebih cepat, perusahaan bisa mengambil keputusan lebih cepat juga. 2. Azure NetApp Files Mendukung Virtualisasi Enterprise Menjelang acara Microsoft Ignite, Azure NetApp Files mengumumkan dukungan untuk virtualisasi di Red Hat OpenShift. Dalam bahasa sederhana, fitur ini memungkinkan perusahaan menjalankan: Virtual machine (VM) Aplikasi container Sistem cloud modern dalam satu platform yang sama. Teknologi ini membantu perusahaan yang masih memakai sistem lama tetapi ingin mulai beralih ke cloud secara bertahap. Beberapa keunggulannya: Performa tinggi Latensi sangat rendah Data tetap aman VM bisa dipindahkan tanpa gangguan Mendukung Kubernetes dan OpenShift Artinya perusahaan tidak perlu langsung mengganti semua sistem lama mereka. Migrasi ke cloud bisa dilakukan perlahan dengan risiko lebih kecil. 3. Google Cloud NetApp Volumes Kini Mendukung Block Storage Enterprise Pada acara NetApp INSIGHT 2025, Google Cloud NetApp Volumes memperkenalkan dukungan untuk iSCSI block storage. Fitur ini penting untuk aplikasi enterprise yang membutuhkan performa sangat tinggi, seperti: Database besar Analisis data real-time Virtual desktop Sistem bisnis penting Dengan teknologi ini, perusahaan bisa memindahkan workload SAN ke cloud dengan lebih mudah. Keunggulan utamanya: Performa sangat cepat Latensi rendah Bisa diskalakan sesuai kebutuhan Mendukung Snapshot backup Mendukung replikasi antar wilayah Selain mendukung NFS dan SMB, sekarang Google Cloud NetApp Volumes juga mendukung block storage sehingga perusahaan punya pilihan yang lebih lengkap. 4. NetApp Workload Factory Kini Lebih Pintar dengan AI NetApp juga memperbarui Workload Factory untuk FSx for ONTAP dengan teknologi AI. Salah satu fitur menariknya adalah Agentic AI Analyzer. Fitur ini membantu tim IT: Mendeteksi masalah lebih cepat Menganalisis penyebab gangguan Memberikan rekomendasi otomatis Mengurangi downtime Biasanya tim IT harus memeriksa masalah jaringan atau storage secara manual. Dengan AI, proses ini menjadi lebih otomatis dan lebih cepat. Ada juga fitur tambahan seperti: Integrasi GitHub Copilot Otomatisasi database Oracle Optimasi VMware di AWS Intelligent caching Semua ini bertujuan membuat pengelolaan cloud storage menjadi lebih efisien. 5. Cloud Volumes ONTAP di Azure Kini Lebih Cepat dan Aman Cloud Volumes ONTAP untuk Azure juga mendapat peningkatan penting. Pembaruan terbaru menghadirkan: Performa block storage lebih cepat Latensi lebih rendah Dukungan VM terbaru Enkripsi jaringan Azure Teknologi ini sangat cocok untuk aplikasi enterprise yang membutuhkan performa tinggi dan keamanan maksimal. Selain meningkatkan kecepatan, fitur keamanan baru membantu perusahaan memenuhi standar compliance dan perlindungan data. Kesimpulan Perkembangan cloud storage enterprise saat ini semakin fokus pada: AI dan machine learning Performa tinggi Keamanan data Fleksibilitas hybrid cloud Otomatisasi dengan AI Melalui berbagai pembaruan di AWS, Azure, dan Google Cloud, NetApp membantu perusahaan modern mengelola data dengan lebih cepat, aman, dan efisien. Bagi perusahaan yang sedang melakukan transformasi digital, teknologi cloud storage modern seperti ini sangat penting untuk mendukung: Analisis data AI Backup Virtualisasi Operasional bisnis harian Ke depannya, cloud storage bukan lagi sekadar tempat menyimpan data, tetapi akan menjadi fondasi utama untuk menjalankan teknologi masa depan seperti AI, otomatisasi, dan smart analytics. netapp Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi netapp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Proyek AI Mandek? Ini 5 Cara Agar AI Benar-Benar Memberikan Nilai untuk Bisnis
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar teknologi keren yang hanya dipakai untuk uji coba. Banyak perusahaan mulai menggunakan AI untuk membantu pekerjaan sehari-hari, mulai dari analisis data, otomatisasi layanan pelanggan, hingga membantu pengambilan keputusan bisnis. Namun kenyataannya, banyak proyek AI gagal memberikan hasil nyata. Banyak perusahaan berhasil membuat demo atau percobaan AI, tetapi kesulitan ketika ingin menggunakannya dalam skala besar di seluruh perusahaan. Masalahnya bukan pada AI-nya saja, tetapi pada infrastruktur, keamanan, data, dan strategi yang belum siap. Agar AI benar-benar memberikan manfaat bisnis, perusahaan perlu membangun fondasi yang kuat. Berikut lima cara penting agar proyek AI tidak mandek dan bisa berkembang memberikan nilai nyata untuk bisnis. 1. Hancurkan Data yang Terpisah-Pisah AI membutuhkan data untuk bekerja. Semakin lengkap dan berkualitas data yang dimiliki, semakin pintar AI tersebut. Masalahnya, di banyak perusahaan data masih tersebar di berbagai sistem yang tidak saling terhubung. Ada data di server kantor, cloud, aplikasi berbeda, bahkan file Excel yang tersimpan sendiri-sendiri. Kondisi ini disebut “data silo”. Ketika data terpisah-pisah, AI menjadi sulit belajar dengan baik. Akibatnya: Hasil analisis menjadi tidak akurat AI bisa menghasilkan keputusan yang salah Proses pengembangan AI menjadi lambat Tim data menghabiskan waktu hanya untuk mencari data Bayangkan jika tim AI harus mengumpulkan data dari 10 tempat berbeda hanya untuk membuat satu model AI. Waktu dan biaya akan terbuang banyak. Solusinya adalah membangun sistem data yang terintegrasi. Semua data perlu bisa diakses dengan mudah, aman, dan terhubung satu sama lain. Dengan begitu AI dapat bekerja menggunakan informasi yang lengkap dan berkualitas. Singkatnya, data yang rapi dan terhubung adalah pondasi utama keberhasilan AI. 2. Keamanan AI Harus Jadi Prioritas Banyak perusahaan terlalu fokus mengejar inovasi AI sampai lupa soal keamanan. Padahal AI sering memproses data penting seperti: Data pelanggan Informasi keuangan Dokumen internal perusahaan Kode program rahasia Jika tidak dilindungi dengan baik, data tersebut bisa bocor atau disalahgunakan. Risiko lainnya adalah serangan terhadap sistem AI. Misalnya hacker memasukkan data palsu agar AI memberikan hasil yang salah. Karena itu keamanan harus dibangun sejak awal, bukan ditambahkan belakangan. Beberapa langkah penting yang perlu dilakukan antara lain: Membatasi siapa yang boleh mengakses AI Menggunakan enkripsi data Menyimpan data sensitif di sistem privat Menggunakan konsep Zero Trust Security Mengawasi aktivitas AI secara rutin Dengan sistem keamanan yang baik, perusahaan bisa menggunakan AI dengan lebih aman dan percaya diri. 3. Percepat Infrastruktur untuk AI AI membutuhkan performa yang sangat tinggi, terutama untuk proses training dan analisis data besar. Banyak perusahaan memiliki GPU yang mahal untuk AI, tetapi performanya tetap lambat karena sistem penyimpanan datanya tidak mampu mengikuti kecepatan GPU. Akibatnya: GPU sering menganggur Proses AI menjadi lambat Biaya operasional membengkak ROI atau keuntungan investasi AI menjadi kecil Dalam dunia AI, kecepatan sangat penting. Infrastruktur yang lambat akan membuat proyek AI sulit berkembang. Karena itu perusahaan perlu menggunakan: Storage berkecepatan tinggi Sistem cloud modern Jaringan cepat Data pipeline yang efisien Selain cepat, data juga harus mudah dipindahkan antara kantor, cloud, dan pusat data lainnya. Semakin cepat data diproses, semakin cepat juga perusahaan mendapatkan hasil dari AI. 4. Fleksibilitas Adalah Kunci Kesuksesan AI Dunia AI berkembang sangat cepat. Teknologi yang populer hari ini bisa berubah dalam beberapa bulan ke depan. Karena itu perusahaan tidak boleh bergantung pada satu sistem atau satu vendor saja. Hari ini mungkin perusahaan memakai AI di server lokal. Besok bisa saja perlu memindahkan sebagian proses ke cloud karena kebutuhan GPU meningkat. Jika infrastruktur terlalu kaku, perusahaan akan kesulitan beradaptasi. Pendekatan terbaik adalah menggunakan sistem hybrid dan multicloud, yaitu kombinasi: Server lokal Cloud publik Cloud privat Dengan sistem fleksibel, perusahaan bisa memilih lokasi terbaik untuk menjalankan AI berdasarkan: Biaya Kecepatan Keamanan Regulasi Contohnya: Data sensitif tetap disimpan di kantor Training AI dilakukan di cloud Backup disimpan di lokasi lain Fleksibilitas membuat perusahaan lebih siap menghadapi perubahan teknologi AI yang sangat cepat. 5. Fokus pada ROI dan Penghematan Biaya AI memang menjanjikan banyak manfaat, tetapi biaya operasionalnya juga besar. Tanpa pengelolaan yang baik, biaya cloud dan infrastruktur AI bisa membengkak sangat cepat. Karena itu perusahaan harus fokus pada efisiensi. Beberapa cara menghemat biaya AI antara lain: Memindahkan data lama ke storage murah Menggunakan kompresi data Mengurangi duplikasi file Memantau penggunaan cloud Menghindari server yang menganggur Tujuannya adalah memastikan setiap biaya yang dikeluarkan benar-benar memberikan hasil bisnis. AI seharusnya membantu perusahaan menjadi lebih efisien, bukan malah membuat pengeluaran tidak terkendali. Kesimpulan Banyak proyek AI gagal bukan karena teknologinya buruk, tetapi karena fondasinya belum siap. Agar AI benar-benar memberikan manfaat nyata, perusahaan perlu: Menghubungkan data yang terpisah Meningkatkan keamanan Mempercepat infrastruktur Membangun sistem yang fleksibel Mengontrol biaya operasional Jika semua fondasi ini dibangun dengan baik, AI bukan hanya menjadi proyek percobaan, tetapi bisa menjadi alat penting untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan pertumbuhan bisnis. Teknologi AI saat ini sebenarnya sudah siap. Pertanyaan terbesarnya adalah: apakah infrastruktur dan strategi perusahaan Anda juga sudah siap mendukung AI? netapp Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi netapp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.