Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) menjadi salah satu teknologi yang paling banyak dibicarakan saat ini. Banyak perusahaan ingin memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat analisis data, dan menciptakan layanan yang lebih cerdas. Namun dalam praktiknya, membangun solusi AI di lingkungan perusahaan tidak semudah yang dibayangkan. Tantangan terbesar ternyata bukan berasal dari model AI atau kekuatan komputasi, melainkan dari data itu sendiri. Untuk menjawab tantangan tersebut, NetApp memperkenalkan NetApp AI Data Engine (AIDE), sebuah platform data AI yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola, menemukan, dan mempersiapkan data agar siap digunakan oleh berbagai aplikasi AI. Setelah diperkenalkan pada Oktober tahun lalu, kini NetApp mengumumkan bahwa AIDE mulai diluncurkan kepada sejumlah pelanggan dan mitra terpilih, dengan ketersediaan yang lebih luas direncanakan pada musim panas tahun ini. Masalah Terbesar AI Sebenarnya Adalah Data Banyak orang menganggap bahwa kesuksesan AI ditentukan oleh model AI yang canggih atau perangkat keras yang kuat. Namun kenyataannya, sebagian besar perusahaan justru mengalami kesulitan dalam mengelola data mereka. Data perusahaan biasanya tersebar di berbagai lokasi seperti: Data center internal Cloud publik Cloud privat Lingkungan hybrid cloud Berbagai sistem penyimpanan yang berbeda Selain tersebar, sebagian besar data juga bersifat tidak terstruktur (unstructured data), seperti dokumen, email, gambar, laporan, presentasi, video, dan file lainnya. Akibatnya, perusahaan sering tidak mengetahui: Data apa saja yang mereka miliki. Di mana lokasi data tersebut berada. Apakah data tersebut siap digunakan untuk AI. Siapa yang memiliki akses terhadap data tersebut. Padahal kualitas AI sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan. Jika data diibaratkan sebagai bahan bakar, maka kemampuan menemukan dan menggunakan data yang tepat menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan proyek AI. Apa Itu NetApp AI Data Engine? NetApp AI Data Engine (AIDE) adalah platform yang dirancang untuk membantu perusahaan menemukan, memahami, mengelola, dan mempersiapkan data secara otomatis agar siap digunakan oleh aplikasi AI. Salah satu fitur utama AIDE adalah kemampuannya membuat global metadata catalog secara otomatis. Secara sederhana, metadata dapat dianggap sebagai informasi yang menjelaskan isi sebuah file atau data. Misalnya: Nama file Tanggal pembuatan Pemilik file Kategori dokumen Isi atau konteks dari dokumen tersebut AIDE tidak hanya membaca informasi dasar seperti nama file atau lokasi penyimpanan, tetapi juga menganalisis isi data untuk memahami maknanya. Dengan kemampuan ini, perusahaan dapat mencari data menggunakan bahasa yang lebih natural dan mendapatkan hasil yang lebih relevan. Katalog Data yang Lebih Cerdas Salah satu keunggulan terbesar AIDE adalah kemampuannya melakukan pencarian semantik (semantic search). Berbeda dengan pencarian biasa yang hanya mencari kata kunci, pencarian semantik mencoba memahami arti dari pertanyaan pengguna. Sebagai contoh, seseorang dapat mencari: “Dokumen terkait kebijakan keamanan data pelanggan” AIDE dapat menemukan dokumen yang relevan meskipun dokumen tersebut tidak mengandung kalimat yang persis sama. Semua proses ini dilakukan secara otomatis dan terus diperbarui ketika ada perubahan data. Yang menarik, data tidak perlu dipindahkan ke lokasi baru. AIDE membawa kecerdasan ke lokasi data yang sudah ada sehingga perusahaan tidak perlu melakukan migrasi data yang rumit. Terintegrasi dengan Berbagai Platform AI NetApp juga membangun AIDE dengan konsep ekosistem terbuka (open ecosystem). Artinya, AIDE dapat terhubung dengan berbagai platform AI populer yang sudah banyak digunakan perusahaan. Dalam waktu dekat, AIDE akan mendukung integrasi dengan: Microsoft M365 Copilot Google Vertex AI LangChain Dengan integrasi ini, pengembang dapat membangun aplikasi AI yang memanfaatkan data perusahaan secara aman tanpa perlu memindahkan data ke tempat lain. Selain itu, proses klasifikasi data, tata kelola (governance), dan pengaturan akses dilakukan secara otomatis sehingga keamanan tetap terjaga. Fleksibel untuk Berbagai Infrastruktur NetApp memahami bahwa setiap perusahaan memiliki infrastruktur yang berbeda-beda. Karena itu, AIDE dirancang agar dapat digunakan pada berbagai lingkungan IT yang sudah ada. Ke depan, AIDE akan tersedia sebagai solusi perangkat lunak yang dapat dijalankan pada berbagai jenis server. NetApp juga mengumumkan dukungan untuk GPU terbaru dari NVIDIA, termasuk: NVIDIA RTX PRO 4500 NVIDIA RTX PRO 6000 Selain itu, AIDE akan mendukung berbagai sistem penyimpanan NetApp seperti: AFF A-Series AFF C-Series FAS Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat memanfaatkan AI tanpa harus mengganti seluruh infrastruktur yang sudah mereka miliki. Fitur Baru yang Akan Hadir Peluncuran awal ini hanyalah langkah pertama. Dalam beberapa bulan ke depan, NetApp berencana menambahkan berbagai kemampuan baru, antara lain: Dukungan Hybrid Cloud yang Lebih Luas AIDE akan mampu mengakses data yang berada di berbagai lingkungan cloud maupun on-premises secara lebih terintegrasi. Dukungan Data Multimodal AIDE tidak hanya memahami dokumen teks, tetapi juga dapat mengelola gambar dan dokumen visual yang kaya informasi. Fitur ini akan sangat bermanfaat bagi industri seperti: Kesehatan Manufaktur Keuangan Media Dukungan Agentic AI Agentic AI adalah generasi baru AI yang mampu menjalankan tugas secara lebih mandiri. AIDE akan membantu perusahaan membangun alur kerja AI otomatis yang tetap aman, terkontrol, dan sesuai kebijakan perusahaan. Mengapa Ini Penting bagi Perusahaan? NetApp percaya bahwa perusahaan yang akan sukses di era AI adalah mereka yang mampu mengakses data yang tepat, dalam format yang tepat, dengan tata kelola yang tepat, dan lebih cepat dibandingkan kompetitor. AIDE dibangun di atas ONTAP, sistem operasi penyimpanan NetApp yang saat ini mengelola lebih dari 100 exabyte data perusahaan di seluruh dunia. Karena itu, perusahaan tidak perlu membuat silo data baru atau melakukan migrasi besar-besaran untuk mulai memanfaatkan AI. Kesimpulan NetApp AI Data Engine hadir untuk menyelesaikan salah satu tantangan terbesar dalam implementasi AI, yaitu pengelolaan data yang tersebar dan sulit dimanfaatkan. Dengan kemampuan menemukan data secara otomatis, memahami isi data, melakukan pencarian semantik, serta terintegrasi dengan berbagai platform AI populer, AIDE membantu perusahaan mempercepat perjalanan menuju AI yang siap digunakan di lingkungan produksi. Bagi organisasi yang ingin memanfaatkan AI secara maksimal tanpa harus mengubah seluruh infrastruktur yang sudah ada, NetApp AI Data Engine menawarkan pendekatan yang lebih sederhana, aman, dan efisien. Ini bukan hanya peluncuran produk baru, tetapi juga langkah penting menuju masa depan di mana data dan AI dapat bekerja bersama secara lebih cerdas. netapp Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi netapp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Month: June 2026
Mengamankan Pipeline Data AI: Standar Baru Ketahanan Siber di Era Kecerdasan Buatan
Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi bagian penting dalam berbagai sektor bisnis. Mulai dari analisis data, layanan pelanggan, deteksi penipuan, hingga otomatisasi proses kerja, AI membantu perusahaan bekerja lebih cepat dan lebih cerdas. Namun, di balik manfaat besar tersebut, muncul tantangan baru yang sering kali kurang mendapat perhatian, yaitu keamanan data yang digunakan oleh AI. Jika data atau model AI berhasil diserang oleh peretas, dampaknya bisa jauh lebih besar dibandingkan serangan pada sistem IT biasa. Karena itu, muncul pendekatan baru yang disebut AI Data Pipeline Security, yaitu strategi keamanan yang menempatkan perlindungan langsung pada lapisan penyimpanan data tempat data AI berada. Tujuannya adalah memastikan data pelatihan AI, model AI, dan seluruh proses pengolahan data tetap aman, tidak dapat dimanipulasi, serta dapat dipulihkan dengan cepat jika terjadi serangan siber. Mengapa Keamanan Tradisional Tidak Lagi Cukup? Selama bertahun-tahun, perusahaan mengandalkan berbagai alat keamanan seperti firewall, antivirus, sistem manajemen identitas, dan pemantauan jaringan. Solusi-solusi tersebut memang penting, tetapi sebagian besar hanya berfokus melindungi “pintu masuk” sistem atau yang sering disebut sebagai perimeter security. Masalahnya, lingkungan AI modern jauh lebih kompleks. Data AI tidak hanya berada di satu lokasi. Data dapat berpindah antara pusat data perusahaan, cloud publik, cloud privat, bahkan berbagai platform hybrid dan multi-cloud. Selain itu, AI menggunakan banyak komponen seperti: Dataset untuk pelatihan model Model AI yang sudah dilatih Sistem inferensi atau aplikasi yang menggunakan AI Data operasional yang terus diperbarui Pergerakan data yang sangat dinamis ini sering kali melewati jalur yang tidak sepenuhnya terpantau oleh sistem keamanan tradisional. Akibatnya, jika seorang penyerang berhasil melewati lapisan keamanan awal, target utama mereka bukan lagi server atau jaringan, melainkan data AI itu sendiri. Mereka dapat: Mengenkripsi data pelatihan AI dengan ransomware. Merusak atau memanipulasi model AI. Menyisipkan data palsu untuk memengaruhi hasil analisis. Mengganggu proses pengambilan keputusan otomatis. Jika hal ini terjadi, dampaknya bisa menyebar ke seluruh sistem bisnis yang bergantung pada AI. Ketahanan Siber Dimulai dari Data Saat ini, keamanan tidak lagi cukup hanya berfungsi sebagai pelindung tambahan di luar sistem. Keamanan harus menjadi bagian dari fondasi data itu sendiri. Konsep inilah yang menjadi dasar dari cyber resilience atau ketahanan siber modern. Cyber resilience bukan hanya tentang mencegah serangan, tetapi juga memastikan bisnis tetap dapat berjalan ketika serangan berhasil terjadi. Untuk mencapainya, ada tiga pilar utama yang harus diterapkan pada lapisan data AI. 1. Detect: Mendeteksi Ancaman Secara Real-Time Langkah pertama adalah kemampuan untuk mendeteksi ancaman secepat mungkin. Prinsip sederhananya adalah: Anda tidak bisa menghentikan sesuatu yang tidak dapat Anda lihat. Infrastruktur data modern kini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengenali aktivitas yang tidak normal. Misalnya: Enkripsi file dalam jumlah besar secara tiba-tiba. Akses data yang tidak biasa. Aktivitas pengguna yang mencurigakan. Perubahan pola penggunaan data secara drastis. Ketika perilaku tersebut terdeteksi, sistem dapat segera memberikan peringatan sebelum kerusakan menyebar lebih luas. Deteksi dini sangat penting karena dapat mengurangi dampak serangan dan mencegah hilangnya data dalam jumlah besar. 2. Protect: Melindungi Data dengan Immutability Tujuan utama ransomware adalah membuat perusahaan tidak dapat mengakses data mereka sendiri. Bahkan dalam banyak kasus, penyerang tidak hanya mengenkripsi data utama, tetapi juga mencoba menghapus backup agar korban tidak memiliki pilihan selain membayar tebusan. Karena itu, perusahaan perlu memiliki salinan data yang bersifat immutable. Immutable berarti data tidak dapat diubah, dihapus, atau dimodifikasi, bahkan oleh administrator sistem sekalipun. Dengan adanya salinan data yang tidak bisa dirusak ini, perusahaan tetap memiliki titik pemulihan yang aman ketika terjadi serangan. Selain meningkatkan keamanan, pendekatan ini juga membantu memenuhi berbagai persyaratan regulasi dan kepatuhan yang semakin ketat. 3. Recover: Memulihkan Sistem dalam Hitungan Jam Ketika serangan terjadi, waktu menjadi faktor yang sangat penting. Semakin lama sistem tidak dapat beroperasi, semakin besar kerugian yang dialami perusahaan. Karena itu, kemampuan pemulihan menjadi bagian utama dari strategi keamanan modern. Teknologi keamanan pada lapisan data memungkinkan organisasi untuk: Mengetahui data mana yang terdampak. Menemukan salinan data yang bersih. Memulihkan model AI dan dataset dengan cepat. Mengotomatiskan proses pemulihan. Hasilnya, proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu dapat dipersingkat menjadi hanya beberapa jam. Menjaga Operasional AI Tetap Berjalan Dalam perusahaan yang mengandalkan AI, gangguan sistem bukan hanya masalah tim IT. Jika data AI tidak tersedia, berbagai aktivitas bisnis juga dapat terganggu, mulai dari layanan pelanggan hingga pengambilan keputusan penting. Karena itu, ketahanan siber modern berfokus pada menjaga operasional tetap berjalan meskipun terjadi insiden keamanan. Dengan perlindungan pada lapisan data, organisasi dapat segera menggunakan salinan data dan model AI yang aman untuk melanjutkan aktivitas bisnis. Artinya: Tim data scientist tetap dapat bekerja. Aplikasi berbasis AI tetap online. Pelanggan tetap mendapatkan layanan. Pendapatan perusahaan tetap terjaga. Sementara itu, tim keamanan dapat menangani insiden di belakang layar tanpa mengganggu operasional utama. Kesimpulan Di era AI, keamanan tidak lagi hanya soal melindungi jaringan dan server. Data telah menjadi aset paling berharga sekaligus target utama serangan siber. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan pendekatan baru yang menempatkan keamanan langsung pada lapisan data. Dengan menggabungkan kemampuan mendeteksi ancaman lebih awal, melindungi data melalui immutability, dan memulihkan sistem dengan cepat, organisasi dapat membangun ketahanan siber yang lebih kuat. Pada akhirnya, tujuan utama bukan hanya mencegah serangan, tetapi memastikan bisnis tetap berjalan, layanan tetap tersedia, dan inovasi AI dapat terus berkembang meskipun menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks. netapp Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi netapp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Penyimpanan Data Paling Aman Kini Berevolusi Menjadi Penyimpanan Paling Tangguh
Selama bertahun-tahun, strategi keamanan siber (cybersecurity) perusahaan berfokus pada satu tujuan utama: mencegah serangan terjadi. Perusahaan menginvestasikan banyak dana untuk membangun pertahanan yang lebih kuat, memasang berbagai alat keamanan, mendeteksi ancaman lebih cepat, dan memblokir serangan seefektif mungkin. Namun kenyataannya, serangan ransomware masih terus terjadi dan menjadi berita utama di seluruh dunia. Menariknya, banyak perusahaan yang menjadi korban sebenarnya sudah memiliki sistem keamanan yang cukup baik. Masalah terbesar bukan lagi apakah mereka berhasil mencegah serangan, melainkan seberapa cepat mereka dapat pulih setelah serangan terjadi. Inilah perubahan besar yang mulai terjadi di ruang rapat para eksekutif dan pimpinan perusahaan. Saat ini, ketahanan siber atau cyber resilience tidak lagi diukur dari kemampuan mencegah serangan, tetapi dari kemampuan memulihkan operasional bisnis dengan cepat menggunakan data yang terpercaya. Pertanyaan yang paling penting bukan lagi, “Apakah kita berhasil diretas?” melainkan, “Berapa lama bisnis kita berhenti beroperasi akibat serangan tersebut?” Dari Fokus Keamanan Menjadi Fokus Pemulihan Pendekatan keamanan tradisional biasanya mengandalkan firewall, perlindungan endpoint, sistem manajemen identitas, serta berbagai alat pemantauan keamanan. Semua teknologi tersebut tetap penting. Namun, ada satu pertanyaan yang sering membuat para CEO dan pimpinan perusahaan khawatir: “Jika ransomware menyerang hari ini, seberapa cepat bisnis dapat kembali berjalan normal?” Ransomware modern tidak hanya bertujuan masuk ke sistem. Penyerang kini juga berusaha merusak cadangan data (backup), menyerang snapshot, dan menginfeksi titik pemulihan sebelum mereka mengenkripsi data utama. Akibatnya, ketika serangan terjadi, perusahaan sering menghadapi berbagai ketidakpastian seperti: Titik pemulihan mana yang masih bersih dan aman? Berapa jauh data harus dikembalikan ke masa lalu? Apakah proses pemulihan justru akan mengaktifkan kembali malware yang masih tersembunyi? Karena itu, hanya memiliki sistem penyimpanan yang aman tidak lagi cukup. Yang dibutuhkan adalah sistem penyimpanan yang tangguh dan mampu mendukung pemulihan secara cepat. Munculnya Konsep Penyimpanan Data yang Tangguh NetApp kini mengubah cara pandang terhadap keamanan penyimpanan data. Fokusnya bukan lagi hanya menjadi “penyimpanan paling aman”, tetapi menjadi “penyimpanan paling tangguh” atau resilient storage. Apa artinya? Penyimpanan yang tangguh tetap memiliki berbagai fitur keamanan penting seperti: Kontrol akses berbasis identitas Enkripsi data saat disimpan maupun saat dikirim Snapshot yang tidak dapat diubah atau dihapus sembarangan (immutable snapshot) Retensi data yang memenuhi standar kepatuhan dan regulasi Namun ketangguhan tidak berhenti di sana. Penyimpanan modern juga harus mampu memahami perilaku data dan mendeteksi aktivitas yang mencurigakan secara otomatis. Kecerdasan Buatan Membantu Melawan Ransomware Salah satu inovasi yang ditawarkan NetApp adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) melalui teknologi Autonomous Ransomware Protection. Teknologi ini dapat mengenali pola aktivitas yang tidak normal, misalnya ketika sejumlah besar file tiba-tiba mulai dienkripsi secara massal seperti yang biasa dilakukan ransomware. Keunggulan pendekatan ini adalah ancaman dapat dideteksi sejak awal, bahkan sebelum kerusakan meluas ke seluruh sistem. Ketika serangan terdeteksi lebih cepat: Area yang terdampak menjadi lebih kecil. Snapshot yang bersih masih tersedia. Proses pemulihan dapat dilakukan lebih cepat. Inilah yang disebut sebagai cyber resilience dalam praktik nyata. Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting? Banyak solusi keamanan tradisional bekerja di luar lapisan penyimpanan data. Akibatnya, saat alarm berbunyi, kerusakan mungkin sudah menyebar ke berbagai backup dan salinan data. Sebaliknya, ketika deteksi dilakukan langsung pada lapisan penyimpanan, sistem dapat mengenali tanda-tanda serangan lebih awal dan melindungi jalur pemulihan sebelum kerusakan menjadi lebih besar. Dengan demikian, perusahaan tidak perlu lagi menghabiskan waktu berhari-hari untuk mencari titik pemulihan yang aman. Mereka sudah memiliki salinan data terpercaya yang siap digunakan untuk mengembalikan layanan bisnis. Pemulihan Kini Menjadi Indikator Kinerja Utama Saat ini banyak CIO dan CISO mulai dievaluasi berdasarkan kemampuan pemulihan sistem, bukan hanya kemampuan mencegah serangan. Beberapa indikator penting yang diperhatikan antara lain: Seberapa cepat sistem dapat dipulihkan? Berapa banyak data yang hilang? Apakah data hasil pemulihan benar-benar bersih dan tidak terinfeksi? Untuk menjawab kebutuhan tersebut, NetApp menghadirkan berbagai teknologi seperti: Immutable Snapshot Menyimpan salinan data yang tidak dapat diubah oleh penyerang sehingga proses rollback menjadi lebih aman. AI-Driven Detection Mendeteksi aktivitas ransomware lebih cepat sehingga jumlah data yang terpengaruh dapat diminimalkan. SnapMirror Active Sync Menjaga ketersediaan aplikasi penting secara terus-menerus bahkan ketika terjadi gangguan. SnapLock Compliance Memastikan data tersimpan sesuai kebijakan retensi dan persyaratan regulasi. Backup dan Recovery Services Menyediakan perlindungan tambahan di luar penyimpanan utama. Ransomware Resilience Workflow Membantu organisasi melakukan pemulihan data yang bersih dan terarah setelah serangan terjadi. Masa Depan Keamanan Siber adalah Kemampuan Bangkit Kembali Kenyataan yang harus diterima oleh semua organisasi adalah bahwa tidak ada sistem keamanan yang sempurna. Penyerang terus mengembangkan teknik baru, lingkungan cloud semakin kompleks, dan permukaan serangan semakin luas. Karena itu, perusahaan yang sukses di masa depan bukanlah perusahaan yang tidak pernah mengalami insiden keamanan. Sebaliknya, mereka adalah perusahaan yang mampu pulih dengan cepat ketika insiden terjadi. Penyimpanan yang tangguh memungkinkan organisasi untuk: Mendeteksi ancaman lebih awal. Membatasi penyebaran serangan. Menjaga integritas data. Memulihkan sistem dengan cepat. Melanjutkan operasional bisnis dengan percaya diri. Kesimpulan Dulu, keamanan siber berfokus pada membangun tembok pertahanan setinggi mungkin. Kini fokusnya bergeser menjadi kemampuan untuk bangkit kembali dengan cepat setelah serangan terjadi. Dalam dunia di mana serangan ransomware semakin sulit dihindari, kemampuan pemulihan menjadi keunggulan kompetitif yang sangat penting. Ketahanan siber tidak hanya melindungi data, tetapi juga menjaga pendapatan perusahaan, reputasi bisnis, kepercayaan pelanggan, dan kelangsungan operasional. Singkatnya, masa depan bukan hanya milik organisasi dengan sistem keamanan terbaik, tetapi milik organisasi yang mampu pulih secepat kebutuhan bisnis mereka. netapp Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi netapp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Membawa AI ke Data Anda, Bukan Memindahkan Data ke AI
Di era kecerdasan buatan (AI) saat ini, banyak perusahaan berlomba-lomba memanfaatkan data untuk mendapatkan wawasan bisnis yang lebih cepat dan akurat. Namun, ada satu masalah besar yang sering menghambat implementasi AI, yaitu lokasi dan aksesibilitas data. Sebagian besar perusahaan menyimpan data mereka dalam berbagai sistem penyimpanan file seperti NAS (Network Attached Storage) yang menggunakan protokol NFS atau SMB. Data tersebut bisa berupa dokumen pelanggan, kontrak, data penelitian, gambar teknik, laporan operasional, hingga berbagai arsip penting lainnya. Masalahnya, agar data tersebut dapat digunakan oleh platform analitik dan AI modern seperti Microsoft Fabric dan Microsoft OneLake, perusahaan biasanya harus memindahkan atau menyalin data ke penyimpanan berbasis objek (object storage). Proses ini sering kali memakan waktu lama, membutuhkan biaya besar, dan berisiko menimbulkan duplikasi data yang sulit dikelola. Untuk mengatasi tantangan tersebut, NetApp menghadirkan integrasi antara Cloud Volumes ONTAP (CVO) dan Microsoft OneLake yang kini tersedia dalam tahap Public Preview di Microsoft Azure. Apa Itu Cloud Volumes ONTAP dan Microsoft OneLake? Cloud Volumes ONTAP adalah solusi manajemen dan penyimpanan data dari NetApp yang berjalan di lingkungan cloud. Solusi ini memungkinkan perusahaan mengelola data secara konsisten baik di pusat data internal maupun di cloud. Sementara itu, Microsoft OneLake merupakan platform penyimpanan data terpadu yang menjadi bagian dari Microsoft Fabric. OneLake dirancang untuk memudahkan akses data yang digunakan dalam analitik, machine learning, dan AI. Melalui integrasi ini, data yang tersimpan di Cloud Volumes ONTAP dapat langsung diakses oleh OneLake menggunakan protokol S3 tanpa perlu dipindahkan atau diduplikasi terlebih dahulu. Mengapa Hal Ini Penting? Menurut berbagai studi industri, sekitar 80–90% data perusahaan merupakan data tidak terstruktur (unstructured data). Data jenis ini biasanya berupa dokumen, file PDF, gambar, video, email, dan berbagai file lainnya yang tidak tersimpan dalam format database. Karena sebagian besar data tersebut berada di sistem file NAS, perusahaan sering kesulitan memanfaatkannya untuk kebutuhan AI dan analitik. Dengan integrasi Cloud Volumes ONTAP dan OneLake, perusahaan dapat langsung menggunakan data yang sudah ada tanpa harus melakukan migrasi besar-besaran. Artinya, data tetap berada di lokasi semula, tetapi tetap bisa dimanfaatkan oleh layanan AI dan analitik Azure. Manfaat Utama Integrasi Ini 1. Mengurangi Biaya dan Kompleksitas Perusahaan tidak perlu lagi menyalin data dalam jumlah besar ke platform lain. Hal ini membantu mengurangi biaya penyimpanan tambahan, biaya transfer data, serta waktu yang dibutuhkan untuk migrasi. 2. Mempercepat Implementasi AI Biasanya proyek AI membutuhkan waktu berbulan-bulan hanya untuk menyiapkan data. Dengan solusi ini, data dapat langsung dihubungkan ke Microsoft Fabric dalam hitungan menit sehingga proyek AI dapat berjalan lebih cepat. 3. Manajemen Data yang Konsisten Perusahaan dapat mengelola data yang berada di lingkungan on-premises maupun cloud menggunakan platform ONTAP yang sama. Hal ini membantu menjaga konsistensi keamanan, kebijakan, dan tata kelola data. 4. Kinerja Lebih Cepat Teknologi FlexCache memungkinkan data yang sering digunakan disimpan lebih dekat ke sumber komputasi. Dampaknya, proses pelatihan AI, analitik, dan pengujian aplikasi dapat berjalan lebih cepat dengan latensi yang lebih rendah. 5. Perlindungan Data yang Andal Cloud Volumes ONTAP menyediakan berbagai fitur perlindungan data seperti Snapshot, SnapMirror, dan enkripsi. Fitur-fitur ini membantu perusahaan menjaga keamanan data sekaligus memenuhi kebutuhan kepatuhan dan regulasi. 6. Menekan Total Cost of Ownership (TCO) Teknologi efisiensi penyimpanan seperti deduplikasi, kompresi, thin provisioning, dan tiering membantu mengurangi kebutuhan kapasitas penyimpanan sehingga biaya operasional dapat ditekan. Siapa yang Paling Diuntungkan? Integrasi ini sangat bermanfaat bagi: Data Engineer Machine Learning Engineer Data Scientist Tim keamanan informasi Tim tata kelola dan kepatuhan data Industri yang memiliki kebutuhan tata kelola data yang ketat seperti perbankan, layanan keuangan, kesehatan, dan manufaktur akan mendapatkan manfaat paling besar dari solusi ini. Contoh Penggunaan di Dunia Nyata Beberapa skenario yang dapat memanfaatkan integrasi ini antara lain: Pencarian Dokumen Berbasis AI Perusahaan dapat membuat sistem pencarian cerdas yang mampu menemukan informasi penting dari ribuan dokumen tanpa harus memindahkan data dari lokasi penyimpanan aslinya. Enterprise Search Azure AI Search dapat mengindeks data yang tersimpan di Cloud Volumes ONTAP sehingga pengguna dapat mencari informasi dengan lebih cepat dan akurat. Zero-Copy Data Federation Data dari berbagai cloud dan unit bisnis dapat dianalisis secara bersama-sama tanpa perlu membuat salinan tambahan. Knowledge Hub untuk Tim Operasional Dokumen operasional dapat dibagikan secara aman dalam mode hanya-baca (read-only) dan dilengkapi kemampuan pencarian berbasis AI. Proyek AI yang Cepat dan Mudah Dikembangkan Perusahaan dapat memulai proyek AI skala kecil menggunakan data yang sudah ada, lalu memperluasnya ke lingkungan produksi tanpa harus mengubah arsitektur penyimpanan. Kesimpulan Integrasi Cloud Volumes ONTAP dan Microsoft OneLake menawarkan pendekatan baru yang lebih sederhana untuk memanfaatkan data perusahaan dalam proyek AI dan analitik. Alih-alih memindahkan data ke platform AI, solusi ini membawa kemampuan AI langsung ke lokasi data yang sudah ada. Hasilnya adalah implementasi yang lebih cepat, biaya yang lebih rendah, tata kelola yang lebih baik, dan risiko yang lebih kecil. Bagi perusahaan yang ingin memaksimalkan investasi data dan AI tanpa proses migrasi yang rumit, integrasi ini dapat menjadi solusi yang sangat menarik untuk dipertimbangkan. netapp Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi netapp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.