Skip to content
  • Beranda
  • Produk & Solutions
    • Data Management
    • Artificial Intelligence
    • Cyber resilience
    • Enterprise Applications
    • Hybrid Cloud
    • On-Premises Storage
    • Unified Data Storage
  • Blog
  • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Produk & Solutions
    • Data Management
    • Artificial Intelligence
    • Cyber resilience
    • Enterprise Applications
    • Hybrid Cloud
    • On-Premises Storage
    • Unified Data Storage
  • Blog
  • Hubungi Kami

Month: November 2025

14 November 202514 November 2025

Menavigasi Revolusi Semikonduktor

Bagaimana Partner NetApp Bisa Mendorong Bisnis di Industri yang Sedang Bertransformasi Di pasar teknologi yang bergerak sangat cepat seperti AI, otomotif, dan elektronik konsumen, mempercepat alur kerja Electronic Design Automation (EDA) menjadi sangat penting bagi perusahaan. Tim desain chip harus terus meningkatkan proses kerja mereka agar bisa mengikuti kompleksitas teknologi terbaru, seperti pembuatan chip 3 nanometer (3nm) dan bahkan 2nm. Tantangan ini membuat para insinyur, tools EDA, dan infrastruktur TI bekerja pada batas maksimalnya. Seiring ukuran desain digital semakin besar dan teknologi semakin rumit, kebutuhan infrastruktur TI meningkat drastis. Industri sudah melihat pertumbuhan 4–6 kali lipat jumlah CPU core dan 4 kali lipat kebutuhan storage ketika pindah dari 5nm ke 3nm. Menurut tim desain terkemuka, teknologi 2nm akan membutuhkan peningkatan 4 kali lipat lagi. Sebagai contoh: Desain 5nm membutuhkan 10.000 core dan 0,25 PB data Desain 3nm membutuhkan 40.000 core dan 1 PB data Desain 2nm diperkirakan butuh 120.000 core dan 4 PB data Pertumbuhan besar ini membuat pusat data kewalahan karena keterbatasan daya dan ruang rack. Jika ditambah kebutuhan GPU untuk mendukung alur kerja AI—terutama agentic AI—data center semakin mendekati batas fisiknya. AI jenis ini dibutuhkan untuk mengisi kekurangan tenaga insinyur di industri semikonduktor. Semua tantangan tersebut membuat biaya pengembangan chip, atau Nonrecurring Engineering (NRE), melonjak. NRE mencakup biaya tenaga kerja (70%), lisensi EDA dan IP (20%), serta infrastruktur TI (10%). Untuk mencapai keuntungan, proyek biasanya butuh pengembalian 10 kali lipat dari biaya NRE. Karena itu, mengurangi NRE menjadi sangat penting. Solusi: Cloud atau Hybrid Cloud Cloud—baik AWS, Azure, maupun Google Cloud—memberikan akses cepat ke kapasitas komputasi yang elastis. Beban kerja EDA biasanya naik-turun, sehingga kemampuan untuk menambah atau mengurangi kapasitas dengan cepat sangat membantu. Di sisi lain, sumber daya komputasi on-premises sifatnya tetap, sehingga ada saat-saat beban kerja terlalu tinggi atau terlalu rendah yang berdampak pada produktivitas insinyur. Cloud memberikan lebih banyak pilihan CPU dari berbagai vendor dan biasanya menyediakan prosesor terbaru lebih cepat daripada pusat data perusahaan biasa. Selain itu, cloud juga siap mendukung alur kerja AI berbasis GPU yang semakin penting di dunia EDA, terutama ketika tool AI baru dari Synopsys dan Cadence mulai digunakan. Banyak perusahaan memindahkan beban kerja High Performance Computing (HPC) mereka ke cloud untuk meningkatkan performa, mengurangi kompleksitas on-premise, dan mengatur biaya dengan lebih fleksibel. Peran Agentic AI di Industri Semikonduktor Data konferensi DAC 2025 menunjukkan bahwa agentic AI akan menjadi kunci dalam mengatasi kompleksitas desain chip dan kekurangan tenaga ahli. Pelanggan membutuhkan solusi hybrid cloud yang kuat untuk siap menghadapi tuntutan AI jenis ini. Produk Cloud NetApp: Self-Managed & Fully Managed Selama hampir 30 tahun, industri semikonduktor mengandalkan NetApp untuk menyediakan manajemen data yang cepat, aman, dan efisien. NetApp ONTAP juga tersedia sebagai layanan cloud native melalui: Amazon FSx for NetApp ONTAP Azure NetApp Files Google Cloud NetApp Volumes Untuk versi self-managed, tersedia NetApp Cloud Volumes ONTAP. ONTAP di cloud memberikan performa, keamanan, konektivitas, dan skalabilitas yang sama seperti di data center on-premises. Dari sisi engineer, mereka membutuhkan sistem penyimpanan yang cepat, andal, konsisten, dan mudah digunakan. Data harus tersedia kapan pun dan di mana pun dibutuhkan. Dari sisi tim IT, penyimpanan harus aman, terlindungi, mudah dikelola, dan tetap memberikan performa stabil meskipun datanya mencapai ratusan petabyte. Mengapa NetApp untuk Cloud dan Hybrid Cloud 1. Hybrid Cloud Siap Pakai NetApp ONTAP dan FlexCache memungkinkan data bergerak mulus antara on-premise dan cloud. Engineer bisa mengakses data secara instan di lokasi mana pun tanpa perlu menyalin data secara manual. Ini disebut single namespace—data selalu tersedia dan aman di mana saja. 2. Skalabilitas dan Keandalan NetApp menyediakan skalabilitas besar hingga petabyte tanpa perlu banyak mount point, sehingga mengurangi kompleksitas. 3. Performa Tinggi dan Latensi Rendah NetApp memberikan akses data sangat cepat dengan latensi sub-millisecond, ideal untuk beban kerja HPC dan analitik. 4. Siap untuk Agentic AI Dengan mobilitas data kelas dunia, NetApp siap mendukung desain chip berbasis AI. 5. Perlindungan dan Keamanan Kuat Snapshot berbasis pointer memungkinkan pemulihan cepat. Fitur keamanan lengkap melindungi data sensitif dari serangan siber. 6. Integrasi Mudah dengan AWS, Azure, dan Google Cloud NetApp bekerja mulus dengan tiga hyperscaler terbesar. 7. Efisiensi Biaya Fitur seperti tiering, snapshot hemat ruang, dan reserved capacity membantu menekan biaya. 8. Jangkauan Global NetApp tersedia di 118 region di lebih dari 30 negara, memastikan data selalu dapat diakses. Kesimpulan NetApp menyediakan infrastruktur data cerdas yang mendukung seluruh alur kerja EDA, baik di cloud maupun hybrid cloud. Dengan performa tinggi, skalabilitas besar, keamanan kuat, dan integrasi yang mulus, NetApp membantu perusahaan semikonduktor meningkatkan produktivitas, menekan biaya, dan berinovasi lebih cepat. Memilih NetApp berarti memilih partner yang berpengalaman, inovatif, dan selalu mendukung kebutuhan data modern. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
14 November 202514 November 2025

Keamanan dan Tata Kelola Berskala Enterprise

Fondasi Kepercayaan untuk AI Factory Ketika AI berkembang dari sekadar eksperimen menjadi sistem produksi, keamanan dan tata kelola bukan lagi pilihan—melainkan keharusan. Pendekatan keamanan AI tradisional yang biasanya cukup untuk lingkungan uji coba (sandbox) tidak mampu menangani skala enterprise. Lingkungan data science yang terkontrol sangat berbeda dengan operasi AI perusahaan yang kompleks, terdistribusi, dan terhubung ke banyak sistem bisnis. AI Factory yang dibangun dengan NetApp mampu mengatasi tantangan ini dengan menyediakan arsitektur keamanan yang sudah tertanam (built-in), sehingga keamanan tidak menjadi penghambat inovasi. Pendekatan ini bukan sekadar menambah keamanan di akhir, tetapi membangun fondasi kepercayaan sejak awal. Dengan dasar yang kuat, organisasi bisa memaksimalkan nilai bisnis dari AI sekaligus memenuhi kebutuhan tata kelola dan keamanan. Fondasi keamanan ini mencakup tiga pilar penting: Tata kelola berskala enterprise Arsitektur keamanan bawaan (built-in) Proteksi hybrid cloud yang konsisten Tantangan Keamanan Enterprise AI: Melampaui Pendekatan Sandbox Pendekatan keamanan khas sandbox biasanya cukup untuk proyek kecil atau proof-of-concept. Namun, begitu AI memasuki lingkungan produksi, sistem harus memproses data sensitif dalam jumlah besar, terhubung ke berbagai sistem, dan mematuhi regulasi yang ketat. Masalah mulai muncul ketika data yang awalnya hanya gigabyte berubah menjadi terabyte berisi informasi pelanggan. Dalam kondisi seperti ini, risiko keamanan meningkat tajam. AI di lingkungan enterprise membutuhkan kemampuan keamanan lanjutan, seperti: Data lineage (jejak data) untuk mengetahui data apa yang digunakan dalam keputusan AI. Audit trail untuk memenuhi regulasi dan memastikan transparansi. Akses berbasis peran (RBAC) untuk membedakan hak akses antara data scientist, engineer, dan pengguna bisnis. Konsistensi kebijakan keamanan di berbagai lingkungan—on-premises, cloud, hingga edge. Pendekatan keamanan berbasis banyak alat (point solutions) menciptakan celah keamanan karena setiap sistem bekerja terpisah. Hal ini memperlambat pengembangan AI dan membuat tata kelola tidak konsisten. Ketika banyak tim mengembangkan ratusan model AI sekaligus, keamanan tambal-sulam tidak akan mampu mengikuti kebutuhan enterprise. Keamanan AI Factory: Zero-Trust untuk AI Enterprise AI Factory dengan solusi cyber resilience NetApp menawarkan pendekatan berbeda. Dengan fondasi ONTAP, NetApp menyediakan kemampuan keamanan tingkat enterprise yang otomatis dan skalabel, termasuk proteksi ransomware berbasis AI yang mendeteksi ancaman secara real-time langsung di layer penyimpanan. Keunggulan utama: Enkripsi end-to-end, melindungi data saat disimpan, dikirim, dan diproses. Proteksi otonom dengan deteksi ransomware otomatis. Arsitektur Zero Trust, yang selalu memverifikasi setiap permintaan akses. Kolaborasi NetApp dan NVIDIA memperkuat ekosistem keamanan ini. Keduanya menyediakan: Arsitektur referensi yang sudah divalidasi dan diperkuat keamanannya Implementasi cepat dengan risiko lebih rendah Kontrol keamanan terpadu dari data ingestion hingga inferensi AI Factory ini juga dilengkapi: Monitoring berkelanjutan untuk mendeteksi ancaman Kebijakan keamanan otomatis tanpa intervensi manual Perlindungan terhadap model AI agar tidak dicuri atau dimanipulasi adversarial attack Visibilitas penuh terhadap penggunaan data dan akses Dengan fondasi ini, organisasi bisa mengembangkan AI dengan cepat tanpa mengorbankan keamanan. Keamanan Hybrid AI: Proteksi Konsisten di Cloud dan On-Premises Dalam dunia enterprise, AI biasanya berjalan di lingkungan hybrid: Training dilakukan di cloud untuk skalabilitas. Deployment dilakukan on-premises demi latensi rendah atau aturan data lokal. Data perusahaan sering tersebar di berbagai lokasi dan tidak bisa dipindahkan sepenuhnya karena regulasi atau ketergantungan sistem lama. Tantangan utamanya adalah menjaga keamanan yang konsisten meski workload berpindah lokasi. Organisasi membutuhkan: Kebijakan keamanan yang sama untuk cloud dan on-prem Interface monitoring terpadu untuk memudahkan tim keamanan Akses identitas yang konsisten di seluruh lingkungan Visibilitas lintas lingkungan agar tidak ada celah keamanan Dengan pendekatan hybrid yang konsisten, organisasi bisa menempatkan AI di mana pun paling optimal—tanpa mengorbankan keamanan atau kepatuhan. Fondasi Kesuksesan AI Factory Keamanan bukan penghalang inovasi—sebaliknya, keamanan adalah fondasi yang memungkinkan AI berkembang di skala enterprise. Organisasi yang membangun AI Factory dengan keamanan bawaan akan menjadi pemimpin pasar. Sebaliknya, mereka yang mencoba menambah keamanan belakangan akan terus tertinggal. Gabungan pengalaman cyber resilience NetApp dan platform AI NVIDIA menciptakan fondasi kepercayaan yang kuat untuk AI enterprise. Infrastruktur AI yang mengutamakan keamanan memberikan keuntungan kompetitif yang sulit ditandingi. Pilihannya jelas: Bangun AI di atas fondasi kepercayaan, atau Tetap terjebak dengan pendekatan eksperimental yang tidak siap untuk kebutuhan bisnis nyata. Untuk memulai perjalanan Anda menuju AI modern, pelajari solusi AI dari NetApp dan coba lakukan penilaian awal melalui AI Maturity Self-Assessment. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
14 November 202514 November 2025

Tujuh Praktik Terbaik untuk Monitoring Infrastruktur Hybrid Cloud

Saat beban kerja (workload) tersebar di data center on-premises, layanan cloud, dan lingkungan hybrid, tim storage dan operasi TI menghadapi tingkat kompleksitas yang semakin tinggi. Tanpa visibilitas yang tepat, masalah seperti bottleneck performa, celah keamanan, dan downtime yang merugikan akan mudah terjadi. Namun tidak semua sistem monitoring infrastruktur memiliki kemampuan yang sama. Beberapa organisasi masih menggunakan banyak alat berbeda untuk mengumpulkan informasi dari berbagai lingkungan. Sementara itu, solusi modern seperti NetApp® Data Infrastructure Insights menyediakan satu tampilan terpadu yang bisa memantau seluruh ekosistem hybrid. Untuk membantu Anda memilih solusi yang baik, berikut tujuh praktik terbaik dalam monitoring infrastruktur hybrid cloud. 1. Bangun Visibilitas Terpadu di Semua Lingkungan Untuk memonitor infrastruktur hybrid secara efektif, Anda membutuhkan visibilitas yang menyeluruh—baik di on-premises maupun cloud. Pendekatan monitoring tradisional sering membuat data terpisah (silo), sehingga muncul area gelap (blind spot) yang dapat menyebabkan masalah performa dan gangguan layanan. Gunakan solusi monitoring yang mampu mengumpulkan data dari berbagai komponen, seperti: Storage array Virtual machine (VM) Container Perangkat jaringan Layanan cloud Solusi monitoring modern menggunakan model data standar, sehingga Anda tidak perlu melakukan normalisasi data secara manual. Semua metrik dapat dibandingkan antar vendor dan platform. Dengan satu dashboard terpadu, proses troubleshooting menjadi lebih cepat dan manajemen sumber daya lebih efisien. 2. Gunakan AI untuk Analitik Prediktif Solusi monitoring terbaru kini menggunakan AI dan machine learning. Teknologi ini mengubah pendekatan monitoring dari yang dulu reaktif menjadi proaktif. AI dapat: Menganalisis pola historis Mendeteksi anomali secara real time Memprediksi potensi masalah sebelum berdampak pada bisnis AI juga terus belajar dari pola normal infrastruktur Anda, sehingga semakin lama semakin akurat. Ketika ada metric yang menyimpang, sistem otomatis memberikan alert yang relevan dan mengurangi false alert, sehingga tim fokus pada masalah yang benar-benar penting. 3. Lakukan Monitoring Performa Secara Menyeluruh Dalam hybrid cloud, Anda harus memonitor performa storage, jaringan, dan komputasi secara bersamaan. Beberapa metrik penting meliputi: IOPS, latency, throughput untuk storage Bandwidth dan latency antar lokasi untuk jaringan CPU, RAM, dan performa VM untuk komputasi Dengan menggabungkan data dari ketiga area ini, Anda bisa lebih cepat menemukan sumber masalah, apakah berasal dari storage, jaringan, atau compute. Ini membantu menjaga performa tetap stabil dan mengurangi downtime. 4. Perkuat Keamanan, Tata Kelola (Governance), dan Kepatuhan Lingkungan hybrid membutuhkan pendekatan keamanan khusus. Anda perlu memonitor ancaman di on-premises dan cloud, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi seperti SOC2 atau GDPR. Monitoring yang baik harus mencakup: Log keamanan Perubahan konfigurasi Akses pengguna Deteksi anomali aktivitas Solusi monitoring yang memiliki fitur governance membantu: Menyelaraskan kebijakan TI dengan kebutuhan bisnis Mengelola risiko Mengoptimalkan sumber daya Menyediakan laporan audit secara otomatis Hal ini mengurangi pekerjaan manual saat audit dan memastikan dokumentasi selalu lengkap. 5. Gunakan Alert Proaktif dan Mekanisme Eskalasi Monitoring yang efektif tidak hanya menampilkan data, tetapi juga memberi peringatan dini. Dengan melakukan baseline, sistem dapat mengetahui “kondisi normal” dan mengirimkan alert saat ada penyimpangan. Automated escalation membantu: Mengirimkan alert ke tim yang tepat Mengatur prioritas berdasarkan tingkat keparahan Mempercepat response time Seiring pertumbuhan infrastruktur, pengaturan threshold dan mekanisme alert perlu terus disesuaikan. 6. Optimalkan Pemanfaatan Sumber Daya dan Biaya Monitoring hybrid cloud dapat membantu Anda menghemat biaya dengan: Menemukan resource yang tidak digunakan atau underutilized Mengidentifikasi VM yang sudah mati tetapi masih mengonsumsi biaya Memberikan rekomendasi untuk rightsizing host dan workload Mengoptimalkan kapasitas storage dan compute Dengan data penggunaan yang akurat, tim TI dapat mengurangi pemborosan, mengkonsolidasikan workload, dan menurunkan biaya cloud. 7. Siapkan Skalabilitas untuk Pertumbuhan Infrastruktur hybrid akan terus berkembang. Karena itu, sistem monitoring harus mampu mengikuti pertumbuhan tersebut. Solusi yang baik harus: Mendukung data source baru Adaptif terhadap layanan cloud modern Mampu mengintegrasikan teknologi baru seperti container dan microservices Tetap memberikan visibilitas penuh meskipun sistem semakin kompleks Monitoring yang scalable membantu perusahaan mempertahankan performa dan keamanan meskipun beban kerja bertambah. Transformasikan Operasi Hybrid Cloud Anda Dengan menerapkan tujuh praktik terbaik ini, perusahaan dapat membangun operasi hybrid cloud yang lebih efisien, aman, dan hemat biaya. Solusi seperti NetApp Data Infrastructure Insights memberikan tampilan terpadu di seluruh lingkungan hybrid, memungkinkan Anda melihat penggunaan sumber daya, memantau performa, memprediksi kebutuhan storage, dan mengelola pertumbuhan infrastruktur dengan mudah. Jika Anda ingin meningkatkan monitoring hybrid cloud, Data Infrastructure Insights dapat menjadi alat yang membantu Anda mendapatkan visibilitas penuh, alert proaktif, dan insight real-time untuk mendukung keputusan penting bisnis. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
3 November 20253 November 2025

Berhenti Gunakan Solusi Buatan Sendiri, Dapatkan Hasil yang Lebih Baik

Dalam dunia infrastruktur IT modern, kompleksitas adalah musuh utama. Data yang tersebar di berbagai lingkungan hybrid dan multicloud, ditambah dengan workload baru seperti AI, membuat pemantauan dan pemecahan masalah menjadi semakin rumit. Banyak organisasi kini tidak hanya bertanya “bagaimana cara mengelola semua ini,” tetapi juga “apakah lebih baik membangun sendiri alat pemantau infrastruktur, atau membeli solusi yang sudah jadi?” NetApp Data Infrastructure Insights hadir sebagai solusi pemantauan dan observabilitas yang menyatukan semuanya dalam satu platform. Solusi ini membantu mengurangi kerumitan, memberikan visibilitas menyeluruh, dan menghilangkan beban tim IT dalam mengelola sistem buatan sendiri. Dengan Data Infrastructure Insights, tim Anda bisa fokus pada hal yang benar-benar penting bagi bisnis. Bangun Sendiri atau Gunakan Solusi Siap Pakai? Banyak tim IT mencoba mengatasi masalah kompleksitas dengan membuat alat sendiri menggunakan skrip dan platform open-source seperti Grafana. Awalnya, cara ini terlihat hemat biaya dan fleksibel. Namun, dalam jangka panjang, solusi buatan sendiri justru menambah kerumitan dan memakan banyak waktu. Riset dari Enterprise Strategy Group menunjukkan bahwa banyak perusahaan menggunakan lebih dari 10 alat observabilitas berbeda untuk memantau komponen infrastruktur dari berbagai vendor. Masalahnya, alat-alat ini hanya efektif untuk bagian tertentu, bukan untuk keseluruhan sistem IT. Agar solusi buatan sendiri bisa diandalkan dan bisa berkembang, dibutuhkan waktu besar untuk desain, pengujian, dan implementasi. Setelah digunakan pun, alat itu harus terus diperbarui agar tetap sesuai dengan teknologi dan kebutuhan baru. Hal-hal seperti menambahkan dukungan untuk penyedia cloud baru atau melacak masalah performa menjadi sangat memakan waktu—dan semuanya harus dilakukan oleh tim internal. Itulah sebabnya perusahaan seperti DreamWorks Animation memilih Data Infrastructure Insights. Menurut Scott Miller, Technology Fellow di DreamWorks: “Kami tidak ingin terus sibuk memelihara alat open-source kami sendiri. Dengan Data Infrastructure Insights, saya bisa melihat gambaran sistem secara jelas dan menyeluruh. Dashboard-nya memberikan insight yang kami butuhkan tanpa harus pusing mengelola sistemnya.” Dengan menggunakan Data Infrastructure Insights, DreamWorks tidak hanya mendapatkan alat baru, tetapi juga dukungan dari tim ahli NetApp yang memastikan sistem selalu efisien, aman, dan up-to-date. Observabilitas Menyeluruh untuk Lingkungan IT yang Kompleks Kelebihan utama Data Infrastructure Insights adalah kemampuannya melihat seluruh ekosistem IT secara menyeluruh, baik di lingkungan lokal (on-premises), cloud, maupun aplikasi berbasis container seperti Kubernetes. Tanpa pandangan terpusat seperti ini, tim IT akan kesulitan mendeteksi penyebab masalah performa atau memantau kapasitas infrastruktur secara efisien. Data Infrastructure Insights menyederhanakan semua itu dengan fitur-fitur seperti: Integrasi lintas platform Terhubung langsung dengan AWS, Azure, Kubernetes, VMware, serta penyimpanan dari vendor lain seperti Dell, Pure, dan IBM. Hasilnya: satu tampilan menyeluruh untuk semua sumber daya. Dashboard real-time yang interaktif Tampilan visual yang mudah dibaca dan bisa disesuaikan. Dashboard menampilkan metrik penting seperti penggunaan penyimpanan, performa jaringan, dan efisiensi aplikasi. Analisis keterkaitan yang komprehensif Sistem ini menganalisis hubungan antar-komponen IT, sehingga tim Anda bisa cepat menemukan akar masalah sebelum berdampak lebih luas. Pemecahan Masalah Lebih Cepat dan Waktu Perbaikan Lebih Singkat Ketika sistem bermasalah, waktu adalah hal yang sangat berharga. Proses troubleshooting dengan alat buatan sendiri sering kali memakan waktu karena tim harus memeriksa log, membandingkan data dari berbagai sumber, dan mencoba-coba solusi. Dengan Data Infrastructure Insights, proses ini berubah total. Teknologi machine learning di dalamnya dapat mendeteksi anomali dan memberikan peringatan disertai insight yang bisa langsung ditindaklanjuti. Tim IT tidak perlu lagi menebak-nebak penyebab masalah. Banyak perusahaan salah kaprah mengira bahwa membangun sistem observabilitas sendiri lebih murah. Padahal, biaya total kepemilikannya justru jauh lebih besar karena harus menanggung: Biaya perekrutan atau pelatihan staf khusus Pemeliharaan berkelanjutan agar tetap kompatibel dengan sistem IT yang terus berkembang Waktu produktivitas yang hilang karena tim sibuk memperbaiki alat, bukan fokus pada bisnis utama Lebih parah lagi, ada biaya peluang yang hilang — potensi inovasi dan proyek strategis yang tertunda karena sumber daya terpakai untuk mengurus alat monitoring. Solusi Lengkap yang Dikelola oleh Ahli Sebagai solusi Software as a Service (SaaS), Data Infrastructure Insights menghilangkan kebutuhan untuk pemeliharaan manual. Skalabilitas menjadi mudah tanpa perlu khawatir soal sumber daya. Solusi ini dapat mengawasi seluruh infrastruktur Anda—baik yang lama maupun baru—secara konsisten. Dengan NetApp, Anda mendapatkan mitra tepercaya yang selalu memperbarui sistem, memperbaiki bug, dan menambahkan fitur baru sesuai perkembangan teknologi. Hasil IT yang Lebih Baik Jika organisasi Anda kesulitan memahami kondisi infrastruktur yang semakin kompleks, NetApp Data Infrastructure Insights adalah jawabannya. Solusi ini membantu menyederhanakan manajemen, mempercepat deteksi masalah, dan memberikan wawasan yang tidak bisa dicapai oleh alat buatan sendiri. Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda bisa melihat laporan lengkap dari Enterprise Strategy Group tentang bagaimana Data Infrastructure Insights membantu banyak organisasi meningkatkan efisiensi IT mereka. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
3 November 20253 November 2025

NetApp StorageGRID: Memodernisasi Manajemen Data

Infrastruktur TI modern harus fleksibel, mudah diperluas, dan tangguh, terutama saat mengelola data dalam jumlah yang sangat besar. Di NetApp IT, kami menghadapi tantangan ini dengan serius—mengembangkan penggunaan StorageGRID untuk memenuhi kebutuhan organisasi dan pelanggan yang terus meningkat. Mulai dari mendukung unggahan file global hingga mengubah arsitektur data lake untuk Active IQ, StorageGRID kini menjadi fondasi utama strategi infrastruktur data kami. Dari Sekadar Backup ke Tulang Punggung Strategis Lebih dari sepuluh tahun lalu, NetApp mulai menggunakan StorageGRID dengan langkah hati-hati. Awalnya, sistem ini hanya digunakan untuk mencadangkan data statis ONTAP menggunakan NetBackup dan AltaVault. Ketika layanan AltaVault dihentikan, kami tetap mempertahankan lingkungan tersebut untuk memenuhi persyaratan retensi data SOX (Sarbanes-Oxley). Seiring waktu, kemampuan penyimpanan berbasis objek (object storage) milik StorageGRID terbukti sangat andal—tidak hanya untuk cadangan data, tapi juga sebagai penyimpanan utama untuk log Splunk, repositori Git, dan backup mesin virtual (VM) menggunakan Veeam. Saat ini, arsitektur kami mencakup tiga lingkungan StorageGRID berbeda: Corp StorageGRID (internal): kapasitas 6 petabyte, 67 node DMZ StorageGRID (untuk pelanggan): kapasitas 6 petabyte, 23 node Bare-metal StorageGRID untuk Active IQ: kapasitas 6 petabyte, 24 node Ketiga lingkungan ini tersebar di beberapa lokasi, dengan perhatian khusus pada keamanan, load balancing (menggunakan Avi atau VM gateway node), serta manajemen siklus hidup perangkat keras. Unggah File Besar Secara Aman dari Seluruh Dunia Salah satu tantangan utama bagi tim dukungan pelanggan NetApp adalah memungkinkan pelanggan mengunggah file besar (hingga 2TB) dengan aman untuk membantu analisis masalah ONTAP. Sebelumnya, sistem unggahan berbasis plugin di browser sering bermasalah—sering gagal, lambat, dan sangat merepotkan, terutama bagi pelanggan di luar Amerika Serikat. Untuk mengatasinya, kami mendesain ulang sistem unggahan berbasis web menggunakan StorageGRID dan berbagai layanan platform penting: Multi-part upload: memungkinkan jeda dan lanjut unggahan, serta transfer yang lebih cepat. Pre-signed URL: memberikan akses aman berbasis sesi. CloudMirror: menyalin file dari StorageGRID DMZ ke sistem internal tanpa mengorbankan keamanan. SNS (Simple Notification Service): memberi notifikasi otomatis saat file selesai diunggah, lalu sistem langsung memindahkannya ke area rekayasa untuk analisis. Cloud Sync: memindahkan file dari AWS S3 ke StorageGRID internal bila diperlukan. Dengan arsitektur ini, proses unggah menjadi lebih andal dan bisa diakses secara global. Kami memanfaatkan AWS S3 sebagai platform unggahan sementara di wilayah yang belum memiliki pusat data NetApp. Setelah file masuk ke AWS, data tersebut otomatis direplikasi ke Amerika Serikat melalui jaringan backbone AWS dan dipindahkan dengan cepat ke StorageGRID internal. Hasilnya: proses unggah file yang lancar, aman, dan cepat bagi pelanggan di seluruh dunia—tanpa perlu plugin, tanpa membuka firewall, dan tanpa perubahan besar pada infrastruktur. Mengubah Active IQ dengan Object Storage Penggunaan utama lainnya adalah migrasi arsitektur data lake Active IQ, dari sistem Hadoop berskala besar ke platform Kubernetes-native Dreamio, yang kini didukung oleh StorageGRID. Hasilnya luar biasa: Penggunaan komputasi turun 60% Jejak penyimpanan berkurang 2 petabyte Waktu kueri meningkat 10–20 kali lebih cepat, bahkan kueri terbesar kini hanya 2,5 menit dari sebelumnya 45 menit Kami membangun lingkungan StorageGRID bare-metal menggunakan storage array E-Series yang sebelumnya digunakan di sistem Hadoop. Arsitektur ini dioptimalkan untuk kinerja tinggi, keandalan, dan kemudahan pemeliharaan, dengan menerapkan erasure coding (4+2) dan sistem operasi Red Hat 9.4. Pelajaran yang Kami Dapatkan Perjalanan NetApp IT bersama StorageGRID mencerminkan tantangan yang juga dihadapi pelanggan kami: infrastruktur lama, batasan keamanan, kebutuhan yang terus berkembang, dan keterbatasan anggaran. Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa: Layanan platform sangat penting. Fitur seperti CloudMirror dan SNS membantu mengotomatisasi proses dan meningkatkan fleksibilitas. Desain hybrid adalah kunci. Menggabungkan grid internal dengan layanan cloud-native memperluas jangkauan tanpa biaya berlebihan. Pemanfaatan ulang mempercepat ROI. Dengan menggunakan kembali perangkat keras dan memindahkan beban kerja secara cerdas, kami dapat berinovasi dengan lebih hemat. Membangun Fondasi Masa Depan Bagi NetApp IT, StorageGRID bukan hanya alat penyimpanan—tetapi fondasi strategis untuk skalabilitas dan kelincahan di masa depan. Dengan arsitektur yang efisien, aman, dan siap berkembang, kami terus menunjukkan bagaimana teknologi NetApp mampu memodernisasi manajemen data dan menghadirkan nilai nyata bagi pelanggan di seluruh dunia. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
3 November 20253 November 2025

NetApp IT Membuka Kekuatan Analitik AI

Di NetApp, kami tidak hanya membicarakan tentang kecerdasan buatan (AI) — kami benar-benar menguji dan menerapkannya untuk memecahkan masalah bisnis nyata. Saat dunia ramai membahas generative AI (AI generatif), NetApp mengambil pendekatan yang lebih fokus: mengidentifikasi penggunaan AI yang berdampak besar dan memberikan hasil nyata di seluruh ekosistem data kami. Berikut cara tim IT NetApp menggunakan analitik AI dan apa yang telah kami pelajari. Generative AI Bertemu dengan Data Terstruktur Salah satu tantangan pertama kami adalah membuat sistem yang memungkinkan interaksi berbasis chat dengan dokumen melalui NetAIChat, alat AI internal kami. Pengguna dapat mengunggah file seperti Word, PowerPoint, dan Excel, lalu mengajukan pertanyaan tentang isi dokumen tersebut. Fitur ini bekerja dengan baik untuk sebagian besar format, tetapi file Excel menjadi kendala — karena model AI generatif sulit memahami angka dan data tabel. Kami tidak menyerah. Tim kami mengganti pendekatan natural language dengan teknologi baru bernama Text-to-SQL. Ketika pengguna mengunggah data terstruktur (seperti tabel Excel), sistem otomatis menerjemahkan pertanyaan mereka menjadi perintah SQL. Hasilnya? Analitik yang akurat dan bisa ditindaklanjuti langsung dari spreadsheet—data yang sebelumnya sulit dimengerti oleh model AI besar (large language models atau LLM). Akses Data Warehouse dengan AI Langkah berikutnya adalah membuka wawasan dari data warehouse perusahaan kami yang disimpan di Snowflake. Biasanya, untuk mendapatkan laporan, tim harus meminta bantuan analis data. Kini kami sedang membangun sistem yang memungkinkan AI secara otomatis mencari data yang relevan dan menghasilkan jawaban secara instan. Contohnya, pertanyaan seperti: “Tunjukkan jumlah pemesanan di Jerman untuk Produk X selama tiga bulan terakhir.” Biasanya membutuhkan tiket dan waktu tunggu untuk diproses. Dengan AI, permintaan seperti itu bisa dijawab dalam hitungan detik. Tujuan kami bukan hanya kecepatan, tapi juga skalabilitas. Kami ingin membebaskan analis dari pekerjaan manual agar mereka bisa fokus pada analisis strategis. Analitik Real-Time dan Batasan Dunia Nyata Selain laporan historis, kini muncul kebutuhan akan wawasan real-time, terutama dari sistem transaksi seperti penjualan dan rantai pasokan (supply chain). Kami sedang mengeksplorasi cara menghubungkan AI dengan sistem ini tanpa mengorbankan keamanan dan kontrol akses. Keamanan adalah hal yang sangat penting. Kami memastikan bahwa AI hanya bisa mengakses data yang diizinkan — sama seperti sistem perusahaan lainnya. Generative AI tidak boleh menjadi jalan pintas untuk melewati batasan keamanan atau mengakses data sensitif. Menuju Kecerdasan Prediktif Selain generative AI, NetApp juga berinvestasi dalam machine learning tradisional untuk berbagai keperluan, seperti perencanaan kapasitas dan deteksi ransomware. Dengan menggunakan data historis, model ini bisa memprediksi perilaku di masa depan, misalnya mengenali tanda-tanda awal infeksi ransomware berdasarkan aktivitas sistem yang tidak normal. Model AI jenis ini memang membutuhkan keahlian khusus dan pengawasan ketat, namun hasilnya melengkapi kemampuan AI generatif. Bersama-sama, keduanya membantu menjawab dua pertanyaan penting: “Apa yang sudah terjadi?” dan “Apa yang mungkin akan terjadi selanjutnya?” Pentingnya Tata Kelola (Governance) dan Sikap Realistis Kami juga telah membentuk Komite Tata Kelola AI (AI Governance Committee) untuk memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab. Komite ini bekerja sama dengan pimpinan eksekutif untuk memprioritaskan penggunaan AI yang memberikan nilai bisnis nyata, bukan sekadar eksperimen. Salah satu tantangan terbesar adalah mengelola ekspektasi. Banyak eksekutif menginginkan hasil dari AI seakurat laporan buatan manusia. Namun kenyataannya, AI generatif tidak dirancang untuk 100% akurat. Teknologi ini lebih cocok untuk memberikan wawasan cepat, ide, dan dukungan keputusan, bukan untuk laporan keuangan resmi. Oleh karena itu, tim kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan terhadap hasil AI, sambil secara terbuka menjelaskan keterbatasannya. AI Sebagai Pembeda Strategis Kami percaya bahwa suatu hari nanti AI akan menjadi hal yang sama umumnya dengan internet — tetapi proses menuju ke sana membutuhkan waktu. Saat ini, NetApp sudah selangkah lebih maju, namun bidang AI terus berkembang sangat cepat. Pada tahun fiskal FY26, fokus kami adalah menggandakan investasi pada proyek AI yang terbukti berhasil, mengoperasikannya secara luas, dan memastikan kami hanya berinvestasi pada hal-hal yang benar-benar memberikan nilai nyata. CEO kami baru-baru ini menyampaikan pesan penting kepada seluruh karyawan: “AI bukan sekadar tren. AI adalah strategi penting untuk meningkatkan efisiensi.” Dan di NetApp IT, kami sedang mewujudkan visi itu menjadi kenyataan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman NetApp AI Data Management for AI Applications. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan netapp indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi netapp.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More

Pos-pos Terbaru

  • NetApp AI Data Engine Resmi Hadir: Langkah Baru Mempermudah Implementasi AI di Perusahaan
  • Mengamankan Pipeline Data AI: Standar Baru Ketahanan Siber di Era Kecerdasan Buatan
  • Penyimpanan Data Paling Aman Kini Berevolusi Menjadi Penyimpanan Paling Tangguh
  • Membawa AI ke Data Anda, Bukan Memindahkan Data ke AI
  • Keamanan Pipeline AI Dimulai dari Tempat Data Disimpan

Komentar Terbaru

No comments to show.

Arsip

  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024

Kategori

  • blog
  • netapp
  • Tak Berkategori

NetApp Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi NetApp. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

AKR Tower – 9th Floor
Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530 – Indonesia

  • netapp@ilogoindonesia.id